This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Pantun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pantun. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Agustus 2014

Adu Pantun ala PPNKRI (Dari Grup BBM PPNKRI)


4 Agustus 2014

Hadijah Kepri :
Satu dua tiga kucing berlari
Berlari di bawah tingkap
NKRI harga mati
Siapa menjajah kite tangkap

Khaidir Sulteng :
Indonesia Negara kepulauan
Kita jaga terus sampai nanti
Sebanyak apapun pantunnya puan
NKRI tetap di hati

Hadijah Kepri :
Anak biawak minum susu
Anak buaya gosok gigi
Walau yang berpantun tak tahu malu
NKRI tetap harga mati

Khaidir Sulteng :
Ada udang pergi ke hulu
Makanan apa yang hendak di cari
Walau kami tak tahu malu
Cinta yang mendalam untuk NKRI

Hadijah Kepri :
Udang mencari anak buaye
Anak Buaye dicari pergi mengaji
Mumpung masih suasana raye
Yang masih mudik hati-hati



Satu dua tiga kucing sedang makan
Yang buat pantun jangan kelamaan

Nuri Sumbar :
Lain dulu lain sekarang
Kak Dijah akhirnya menang

Jalan-jalan ke Puri Avia
Bertemu dengan banyak saudara
Pak Lurah yang nantangin kita
Pergi entah kemana

Hadijah Kepri :
Makan sirih dengan buah pinang
Buah pinang diambil dirumah cik atun
Nak tahu ikon Tanjungpinang
Kota gurindam negeri pantun

Khaidir Sulteng :
Ada aturan untuk kita taat
Jangan sampai kau merasa kuat
Maafkan saya yang sedikit telat
InsyaaAllah sedang ngurusin Ummat

Benangnya disulam dengan tekun
Nanti jadi tak provokasi
Bolehlah Tanjungpinang Negerinya pantun
Negeri Tadulako (Sulawesi) tempat retorika dan aksi

Daun talas dibawah inang
Lambaian ranting tak juga teguh
Dijah menang karena ditantang
Lawan pantunnya pun tetap tangguh

Indonesia persaudaraannya erat
Antar unsur saling terkait
Inilah kisah orang-orang hebat
Aksinya banyak tidurnya sedikit

Di Tanjungpinang ada Masjid Penyengat
Di Sulawesi ada tugu Khatulistiwa
Di dalam hati bolehlah semangat
Di kerja nyata jangan jumawa

Minggu, 28 Juli 2013

Ini Gurindam Pasal Yang Ketiga

Gurindam Dua Belas
Gubahan Raja Ali Haji





Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita

Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping

Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah

Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
Daripada segala berat dan ringan

Apabila perut terlalu penuh
Keluarlah fi'il yang tiada senonoh

Anggota tengah hendaklah ingat
Di situlah banyak orang yang hilang semangat

Hendaklah peliharakan kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi

Selasa, 23 Juli 2013

Ini Gurindam Pasal Yang Kedua

Gurindam Dua Belas
Gubahan Raja Ali Haji



Barang siapa yang mengenal tersebut
Tahulah ia makna takut

Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang

Barang siapa meninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termasa

Barang siapa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya beroleh berkat

Barang siapa meninggalkan haji
Tiadalah ia menyempurnakan janji

Ini Gurindam Pasal Yang Pertama

Gurindam Dua Belas
Gubahan Raja Ali Haji





Barang siapa tiada memegang agama
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama

Barang siapa mengenal yang empat
Maka yaitulah orang yang ma'rifat

Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tegah tiada ia menyalah

Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal Tuhan yang bahri

Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang yang teperdaya

Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia mudharat