Oleh : Mohamad Khaidir, SE.
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 April 2014
Sajak Tulang Punggung
Palu, 7 April 2014
Oleh : Mohamad Khaidir, SE.
Oleh : Mohamad Khaidir, SE.
Coba-coba bersajak dulu..
Biasanya, sajak itu melukiskan tentang perasaan dan pikiran..
Desir Angin dingin yang kunanti.. Membelah kesejukkan di tulang punggungku..
Aku belum berbicara mengenai tulang rusuk, aku ingin mengungkap tentang tulang punggung terlebih dahulu..
Tulang punggung itu sedikit mirip dengan tekad.. Kokohnya, rapuhnya, bahkan kemampuannya..
Kokoh tak selalu kokoh, terkadang ia juga bisa rapuh.. Ia menyokong beban dengan tegap dan terpancang..
Saat tulang punggung tegap dan tekad terpancang, maka butuh pondasi yang kekar dan berdasar..
Namun setegap apapun, tanpa cahaya ia takkan bisa menebak kelamnya malam..
Saat kelam malam menghitam legam, kehilangan pijakan yang terjadi..
Ingin sekali aku bertahan namun tak jua sempurna tapal batasku.. Ideologi diserang dengan tak pandang bulu, logika dan retorika tak berarti.
Keyakinanku ingin di gerogoti bak parasit merongrong sel Inang, tanpa perhitungan ingin dihabiskan..
Nampaknya mereka kehilangan perasaan, bertubi-tubi hujaman tajam nan padat.. Hati-hati dengan Hati..
Hati tak sehalus sutera atau selembut salju.. Ia pun tak sekeras berlian dan sekokoh nikel.. Hanya saja.. Hanya saja.. Aaah..
Sudahlah, Tak ingin ku ulas rinci tentang hati, ini masih tentang tekad yang tak berujung..
Tekad ini terus saja di caci, namun ia tak gentar begitu saja.. Meskipun terkadang ia jatuh tersungkur dan bersujud..
Tekad ini terus saja di intimidasi, namun ternyata aura nya begitu mendominasi seakan-akan menutupi aurora..
Tekad ini di anggap seperti yang lain, dipandang dengan kaca mata hitam tak obyektif meskipun seorang aktifis..
Tekad ini tak dikaji secara mendalam dan mengglobal, mungkin karena sering menggunakan rasio yang selalu berpedoman pada materi..
Mungkin saja.. Mungkin saja.. Mungkin saja..
Padahal peradaban ini tengah menunggu kebangkitan tekad itu..
Dinamika heterogenitas lapangan memang butuh kerja nyata, namun disaat yang bersamaan ia butuh ideologi yang senada perintah langit..
Aaah, ini hanya sekedar sajak saja.. Yang ingin kusampaikan, agar paham, agar diresapi..
Agar ide ini tertulis kokoh di prasasti tulisan, bukan hanya sekedar lisan tanpa action..
Ini hanya sekedar sajak saja, semoga seluruh makhluq segera menepati janjinya.. :)
END
Minggu, 26 Januari 2014
Baju Zirah itu Bernama "Amanah"
Baju Zirah itu nampaknya telah rusak, luluh hancur,
luntur dan pudar, berbeda jauh saat pertama kali di
nobatkan.
Tubuh ini masih mampu, raga ini cukup tahan, jiwa ini
takkan kalah, semangat ini takkan padam.
Saat Baju Zirah terbaik menanti kita, dengan Gamang
dan galau, terseok-seok menantang Kedzoliman,
namun dengan cara yang lebih waspada.
Mengintai setiap tebasan pedang, terjangan anak
panah, dentuman keras. Tanpa Baju Zirah pun, aku
rela hancur lebur, Syahid Di JalanMu.
Kamis, 10 Oktober 2013
Bolehkah Kupinta Hati Yang Baru?
Oleh : Ghina Shafirah
Aku galau ya Rabbi…
Kutemui mereka yang beriman siang tadi…
Harapkan kesegaran di hati…
Gersangnya tak jua tersirami…
Tilawah ku lanjutkan berharap tenang…
Resapi tiap pesan indah Tuhan…
Laksanakan perintah jauhi larangan…
Moga hati kembali benderang
Ku buru damai di sepertiga malam…
Mengadu saja penuh ratapan…
Penuh keluh kesah ku sampaikan…
Yakin Engkau Maha Penyayang
Allahu Rabbi…
susah payah ku tertatih…
tak jua ku kalahkan nafsu diri…
mengalah malah sang nurani…
wahai hati…
tak lagi kah ku raja mu…
gersang terasa dirimu…
kulantunkan ayat NYA berharap segarkan mu…
makin ia terasa pilu…
Illaahi…
meratap ku sesali…
tapi tak jua insaf diri…
lagi kulakukan salah berulang kali…
tak guna sesalan…
terasa nikmat dosa ku lalukan…
terabaikan peringatan…
dosa sama ku lakukan…
Tuhan..risaunya hati…
kala ku tafakuri lagi…
ada banyak dosa diri…
bila kah ku kan kembali…
Duhai Engkau Sang Pemilik Hati…
Tak terjaga sudah hati ini…
Legam ia karna dosa ku…
Boleh kah ku pinta hati yang baru??
Aku galau ya Rabbi…
Kutemui mereka yang beriman siang tadi…
Harapkan kesegaran di hati…
Gersangnya tak jua tersirami…
Tilawah ku lanjutkan berharap tenang…
Resapi tiap pesan indah Tuhan…
Laksanakan perintah jauhi larangan…
Moga hati kembali benderang
Ku buru damai di sepertiga malam…
Mengadu saja penuh ratapan…
Penuh keluh kesah ku sampaikan…
Yakin Engkau Maha Penyayang
Allahu Rabbi…
susah payah ku tertatih…
tak jua ku kalahkan nafsu diri…
mengalah malah sang nurani…
wahai hati…
tak lagi kah ku raja mu…
gersang terasa dirimu…
kulantunkan ayat NYA berharap segarkan mu…
makin ia terasa pilu…
Illaahi…
meratap ku sesali…
tapi tak jua insaf diri…
lagi kulakukan salah berulang kali…
tak guna sesalan…
terasa nikmat dosa ku lalukan…
terabaikan peringatan…
dosa sama ku lakukan…
Tuhan..risaunya hati…
kala ku tafakuri lagi…
ada banyak dosa diri…
bila kah ku kan kembali…
Duhai Engkau Sang Pemilik Hati…
Tak terjaga sudah hati ini…
Legam ia karna dosa ku…
Boleh kah ku pinta hati yang baru??
Rabu, 07 Agustus 2013
Ada Cinta Di Penghujung Ramadhan..
7 Agustus 2013
Oleh : Mohamad Khaidir

Penulis Adalah Ketua Umum Forum Pemuda Kreatif Kota Palu (FPKP), Trainer di GEMPITA Kemenpora RI, Staf di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
Oleh : Mohamad Khaidir
Penghujung Ramadhan.. Prihatinlah dengan diri yang tak jua dekat dengan
Allah sejengkal pun.. Tangisilah pribadi yang tak terampuni..
Penghujung Ramadhan.. Tanyakan Kabar Iman yang tak kunjung membaik..
Diagnosa setiap penyakit hati yang tak tertawar oleh Ramadhan..
Penghujung Ramadhan.. Apakah getar hati kita banyak karena Allah atau
selainNya.. Apakah akhlaq tercerahkan atau semakin gulita..
Penghujung Ramadhan.. Adakah khilaf sesama yang tak tersadar.. Adakah lalai yang tak jua menyadar..
Penghujung Ramadhan.. Motivasi seperti apalagi agar engkau bersedekah
ekstrim.. Padahal yang kau infaqkan tak lebih dari kertas berrim-rim..
Penghujung Ramadhan.. Bertambahkah kuantitas mad'u yang mendapat hidayah.. Atau diri tak tercerahkan adakah..
Penghujung Ramadhan.. Interaksi dan bincang mesra dengan Rabb semakin rutinkah.. Atau kesombongan pribadi mengakar serakah..
Penghujung Ramadhan.. Apakah ketidak-idealan kondisi membuat semakin
cinta Ummat.. Atau kebathilan dan kemaksiatan semakin melumat..
Penghujung Ramadhan.. Bilakah teman sejati hanyalah 'amal.. Adakah ia hablur karena disorientasi dan hangus akan riya'..
Penghujung Ramadhan.. Kecewakah karena senyum tak terbalas.. Mengapa tak kecewa saat syukur tak cukup untuk membalas..
Penghujung Ramadhan.. Apakah 'Allah Ghayatuna' telah dipahami dan
diamalkan.. Atau lebih memahami hiruk pikuk puji yang ternyata caci..
Penghujung Ramadhan.. Apakah konsekuensi Tauhid terwujud dalam karya
nyata yang mencengangkan kata-kata..Atau sekedar retorika yang terbata-bata..
Penghujung Ramadhan.. Apakah spiritual dan ritual telah menjadi aspek
ibadah yang komprehensif.. Atau malah menjadi disorientasi yang masif..
Penghujung Ramadhan.. Sudahkah mencintai sunnah seperti cinta dunia..
Atau materi telah mempengaruhi perasaan menggebu-gebu yang sia-sia..
Penghujung Ramadhan..Apakah Ramadhan telah membuatmu
sabar,jujur,disiplin,&peka..Atau malah membuatmu bangga akan sedikit
amal me-reka-reka..
Penghujung Ramadhan.. Sudahkan Qur'an menjadi bacaan harian.. Atau malah menjadi pajangan berdebu yang indah nian..
Penghujung Ramadhan.. Apakah makna Taqwa terselami dengan acti-ON.. Ataukah taqwa sekedar kata-kata tanpa move-ON.. @JamilAzzaini :)
Penghujung Ramadhan.. Bilakah maut menjemput dengan segera.. Akankah kita siap sedia dengan amal shaleh tanpa perkara..
Penghujung Ramadhan.. Bilakah semangat Ramadhan terjaga di Bulan lain..
Apakah amalan tetap konsisten meski tak semerdu suara Fatin..
Penghujung Ramadhan..Merindu Ramadhan..Ingin bertemu lagi..Semoga Cinta
Allah&Rasul yang melebihi Cinta diri sendiri kembali mempertemukan..
Penulis Adalah Ketua Umum Forum Pemuda Kreatif Kota Palu (FPKP), Trainer di GEMPITA Kemenpora RI, Staf di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
Minggu, 21 Juli 2013
Rebahan Persangkaan
Setetes.. Dua tetes.. Tiga tetes.. Alunan H2O yang begitu merdu.. Tenangkan hati yang kian beradu..
Tunggu
sebentar, bukannya sudah tergelar ? Mengapa masih terbiar-biar ? Tak
merasakan getar ? Atau malah akan gegar ? Yang sabar, yakin saja kelar..
Miris, miris, miris hati ini lihat lingkungan..
Padahal tersalur dukungan..
Saung kian menjangan..
Terbangnya burung kok abal-abalan..
Tersedu-sedu raja daratan..
Ada apa gerangan ?
12 Oktober 2010, 23.30 WITA, Garda Peradaban (Assakinah)
Salam Hangat Dari Kinovaro (KKN 66 Kecamatan Kinovaro 2013)
Salam Hangat Dari Kinovaro
Dari ketinggian ini, kami saksikan Kota Palu sebagai Kota Tiga Dimensi

Dari bukit ini, tampak di mata kami pesona indah Kabupaten Sigi

Salam hangat dari Kinovaro
Tak hanya batu keras yang kami dapati disana, namun semangat dan tekad keras Warga Desa Kalora

Si Kuning itu begitu memikat hati, menarik perhatian banyak orang, si kuning yang memikat itu kami sebut “Jagung Kanuna”
Salam hangat dari Kinovaro
Lingkungan yang asri dan religius, pemimpin begitu mencintai rakyatnya, rakyatpun mencintai pemimpinnya, itulah Desa Daenggune

Belum pernah kami rasakan yang semanis itu, manis yang menyejukkan hati, melebihi kebaikan dan manisnya sang gula, itulah “Nenas Doda”
Salam hangat dari Kinovaro
Irama Kehangatan aktifitas masyarakat menjadi irama favorit kami, begitulah irama “Desa Balane”
Derai air jernih yang begitu deras dan sejuk, sesejuk keramahan masyarakatnya, masyarakat“Desa Uwemanje”

Ada kehangatan semangat yang kami rasakan di daerah ini, ada begitu banyak kebaikan yang kami dapatkan disini, gerak para pemuda dan kaum tua yang searah membangun desa, menghidupkan dinamisasi desa, menuju desa yang Madani.. Itulah Desa Porame..

Salam Hangat dari Kinovaro.., begitu hangat sambutan warganya..
Begitu jelas semangat membangun, sejelas matahari di siang hari..
Enam puluh hari bukanlah waktu yang sia-sia, kami berharap daerah ini semakin membaik dengan adanya kami disini.., sehangat semangat salam hangat kami.., untuk Kinovaro yang lebih baik..
Dari ketinggian ini, kami saksikan Kota Palu sebagai Kota Tiga Dimensi

Dari bukit ini, tampak di mata kami pesona indah Kabupaten Sigi

Salam hangat dari Kinovaro
Tak hanya batu keras yang kami dapati disana, namun semangat dan tekad keras Warga Desa Kalora

Si Kuning itu begitu memikat hati, menarik perhatian banyak orang, si kuning yang memikat itu kami sebut “Jagung Kanuna”
Salam hangat dari Kinovaro
Lingkungan yang asri dan religius, pemimpin begitu mencintai rakyatnya, rakyatpun mencintai pemimpinnya, itulah Desa Daenggune

Belum pernah kami rasakan yang semanis itu, manis yang menyejukkan hati, melebihi kebaikan dan manisnya sang gula, itulah “Nenas Doda”
Salam hangat dari Kinovaro
Irama Kehangatan aktifitas masyarakat menjadi irama favorit kami, begitulah irama “Desa Balane”
Derai air jernih yang begitu deras dan sejuk, sesejuk keramahan masyarakatnya, masyarakat“Desa Uwemanje”

Ada kehangatan semangat yang kami rasakan di daerah ini, ada begitu banyak kebaikan yang kami dapatkan disini, gerak para pemuda dan kaum tua yang searah membangun desa, menghidupkan dinamisasi desa, menuju desa yang Madani.. Itulah Desa Porame..

Salam Hangat dari Kinovaro.., begitu hangat sambutan warganya..
Begitu jelas semangat membangun, sejelas matahari di siang hari..
Enam puluh hari bukanlah waktu yang sia-sia, kami berharap daerah ini semakin membaik dengan adanya kami disini.., sehangat semangat salam hangat kami.., untuk Kinovaro yang lebih baik..
Senin, 10 Oktober 2011
Belantara Kesemuan
Langit yang cukup cerah mengawali Jum'at Mubarak. Terawal dari Pesona langit Shubuh aku terperanjat bangkit dari peraduan, segera menjawab PanggilanNya. Hari itu hampir sama seperti biasanya. Energi-energi Positif terus mengalir dalam raga yang meregang nyawa. Dalam Pikirku, Tiada Hari Tanpa Dakwah. Tiba-tiba Muncul sebuah Renungan Konspiratif yang mengguncang batinku. Sangat Kontradiksi dengan nuraniku. Beruntung Allah memberiku alarm yang bernama 'Hati'. Bayang semu itu terus menggayuti setiap imajinasiku. Asa akan memiliki dan merangkul tidak memuluskan jalur Syar'i ku. Padahal, potensi yang diberikan digunakan untuk memenuhi target yang jauh lebih besar di ujung sana, ekspektasi yang lebih menjanjikan, tak kan habis di Dunia saja. Muraja'ah belum juga menenangkanku, dalam telaahku ada mindset yang harus di ubah. Niat harus kembali di luruskan, karena Dakwah ini terlalu Mulia untuk tercoreng Hal-hal seperti itu. Maka ku ingat kembali kejadian di Alam Kubur dan Alam Akhirat, semoga segera membelokkanku menuju jalur semula. Kucoba tenangkan diri, mohon pertolongan kepadaNya untuk menerobos Belantara Kesemuan ini. Karena Aku tahu, di depan sana ada mereka yang siap membersamaiku. Ada janji yang harus kutepati. Agar Penciptaku juga menepati JanjiNya. Di sana ada Kemenangan, Kesucian, Kemakmuran, Keabadian, Kesejahteraan, tempat yang sangat Paripurna untuk kami para Pejuang Keidealan, Pejuang Keadilan.
Di iringi Nasyid Izzatul Islam, Pejuang Keadilan
Jum'at 7 Oktober 2011 (Ku Tulis setelah Khutbah Jum'at di Abu Ubaidah)
Selasa, 04 Oktober 2011
I'tikaf
Sucikan Energi anda Menuju I'tikaf..
Rendahkan Pesona Anda Menuju I'tikaf..
Lipat Gandakan Tilawah anda menuju I'tikaf..
Dahsyatkan Hafalan anda menuju I'tikaf...
Indahkan Perilaku anda menuju I'tikaf..
Jalin Tautan Hati anda menuju I'tikaf..
Hempaskan Karat di hati anda menuju I'tikaf..
Putihkan titik noda di hati anda Sempurnakan I'tikaf..
Tinggalkan Peraduan anda bergegas I'tikaf..
Masifkan diri anda Perindah I'tikaf..
Hilangkan Angan Syahwat anda bergegas I'tikaf..
Leburkan duka anda Menuju I'tikaf..
Bergegaslah, Bersiaplah, Berkumpullah, Berangkatlah,
Beban Lepaskanlah, Berat Sirnakanlah, Ber-I'tikaflah..
I'tikaf membuat Hidup Lebih Hidup..
I'tikaf menghablurkan Dosa anda..
I'tikaf memperbarui Niat Anda..
I'tikaf membuat anda Semakin Mesra Bersama
Allah S.W.T.
*Puisi ini Kutulis saat hendak menuju I'tikaf di
Masjid Al-Fadhail KPPN Palu
Rendahkan Pesona Anda Menuju I'tikaf..
Lipat Gandakan Tilawah anda menuju I'tikaf..
Dahsyatkan Hafalan anda menuju I'tikaf...
Indahkan Perilaku anda menuju I'tikaf..
Jalin Tautan Hati anda menuju I'tikaf..
Hempaskan Karat di hati anda menuju I'tikaf..
Putihkan titik noda di hati anda Sempurnakan I'tikaf..
Tinggalkan Peraduan anda bergegas I'tikaf..
Masifkan diri anda Perindah I'tikaf..
Hilangkan Angan Syahwat anda bergegas I'tikaf..
Leburkan duka anda Menuju I'tikaf..
Bergegaslah, Bersiaplah, Berkumpullah, Berangkatlah,
Beban Lepaskanlah, Berat Sirnakanlah, Ber-I'tikaflah..
I'tikaf membuat Hidup Lebih Hidup..
I'tikaf menghablurkan Dosa anda..
I'tikaf memperbarui Niat Anda..
I'tikaf membuat anda Semakin Mesra Bersama
Allah S.W.T.
*Puisi ini Kutulis saat hendak menuju I'tikaf di
Masjid Al-Fadhail KPPN Palu










