This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 17 Juli 2013

Kultweet Tentang Tauhid

13-20 Desember 2012
Dari Akun Twitter @Khaidir_

Ada sebuah kaidah, dan ada yang menyebutnya pola, ini tentang eksistensi/keberadaan kita di muka bumi.

Mencoba merenungi pesan-pesan Tauhid yang disampaikan oleh Sayyid Quthb. Seseorang yang pernah berada di pihak imperialisme barat.

Sayyid Quthb adalah orang yang sangat membenci Ikhwan bahkan pernah menjadi antek-antek imperialisme yang menginginkan keruntuhan Islam.

Sayyid Quthb yang akhirnya berbalik memusuhi imperialisme barat. Menghasilkan beberapa karya fenomenal yang turut berkontribusi dakwah.

Sayyid Quthb, seseorang yang sebelumnya sangat memusuhi dakwah, namun akhirnya bergabung di dakwah ini. Teringat Shahibiyah Khalid Bin Walid.

Kami begitu tertarik ketika beliau menyampaikan prinsip Ketauhidan, melalui eksistensi manusia dan alam semesta. Ma'alim fii Athariq :)

Ini sedikit mirip dengan asas fundamental Ekonomi Islam. Bahwa segala sesuatu yang yang ada di alam semesta, adalah milik Allah.

Hak milik segala sesuatu adalah hak prerogatif Allah SWT. Termasuk makhluk, Allah lah pemilik dari segala pemilik. :)

Dari sinilah kita perlu menyadari, harus kemudian menjalankan Syariat ini di turunkan dari Yang mempunyai Hak atas kita semua. :)

Menjalankan kehidupan, harus sesuai dengan petunjuk Sang Pembuatnya. Kita analogikan seperti membeli sebuah handphone/smartphone bermerek.

Ketika membeli smartphone bermerek, untuk mengoperasikannya perlu petunjuk. Dari mana petunjuk tersebut berasal? Ya! dari Pembuatnya. :)

Begitupun Manusia, petunjuknya sudah tertera dengan lugas dan tuntas dalam Al-Qur'an serta Al-Hadits. :)

Kalo ada perintah berinfaq, lakukan! Kalo ada perintah untuk berdakwah, lakukan! Nggak ada alasan, pokoknya harus dilakukan :)

Inilah cara untuk 'mengoperasikan' Manusia sebagaimana semestinya. Agar hidup sesuai dengan Kehendak Sang Maha Berkehendak. :)

Izinkan kami menyebutnya Eksistensi Manusia, manusia yang menerima amanah dari Allah SWT. :)

Nggak ada tawar-menawar, atau lobi-melobi, "Laa Ilaaha Illallah" adalah Harga Mati. Tunjukkan Eksistensi Kemanusiaanmu! :)

Tauhid adalah pondasi kehidupan seorang Muslim. Penting untuk kemudian matang dalam hal ini. :)

Sayyid Quthb mencoba memaparkan Tauhid dengan menjelaskan tentang eksistensi manusia dan eksistensi alam semesta. :)

Setelah kita ketahui bersama bahwa eksistensi manusia adalah wajib menjadi abdillah, maka Dakwah adalah kewajiban seluruh umat manusia.

Dalam asas ekonomi Islam, sedikit membahas tentang persoalan ini. Salah satu pilar asas tersebut adalah Hak Milik Allah SWT atas semesta.

Alam Semesta Ciptaan Allah, maka otomatis hak prerogatif Allah untuk menunjukkan dan mengajarkan kepada kita cara mengelolanya

Apabila kita simak seksama, secara definitif Al-Qur'an menjelaskan tentang Hak Milik Allah atas alam semesta yang dititipkan kpd manusia.

Sesungguhnya seluruh keindahan alam semesta ini, hanya dititipkan Allah kepada manusia. Mengingat peran utama manusia di ciptakan.

Khalifaturrahman, khalifatan fil ardh, inilah tugas utama manusia. Menjadi soko guru peradaban. (Read : ustadziyatul'alam).

Jadi Presiden, jadi Gubernur, jadi Bupati?? Itu maah keciill... Dibandingkan dengan amanah sebenarnya yang Allah titipkan kpd manusia.

Jangan heran bila Seorang Mukmin ingin menjadi pemimpin dan tokoh hampir di seluruh lini kehidupan. Itu adalah wujud pembuktian Tauhid.

Alam semesta senantiasa bertasbih kepada Allah, menjalankan amanah Allah, mencoba mengejewantahkan wujud tauhid kepada Allah.

maka, agar bisa bersinergi dengan alam semesta, kitapun harus demikian. Bahkan kalo bisa,lebih dari wujud penghambaan alam semesta kpd Allah

Inilah sebab Manusia sering disebut sebagai makhluk paling sempurna. Selain dari secara zhahirnya, juga eksistensi manusia sebenarnya.

Ketika kita semakin menyelami makna Tauhid, maka hati ini akan semakin bergetar. Tentang Allah Sang Maha Pencipta, dan konsekuensi makhluk.

Saya sedikit mengambil asas-asas Ekonomi Islam yang mengatur tentang hak milik pribadi seorang Manusia atas Harta.

Harta adalah kepunyaan Allah, seluruhnya di bumi ini, bahkan di alam semesta. Manusia-lah yang Di muliakan oleh Allah untuk...

Manusialah yang dimuliakan oleh Allah untuk di berikan hak ini. Tepatnya, 'dititipi', dan Manusialah kemudian yang paling berhak mengelola.

Pada Bab tentang 'Harta' pada Asas-asas Ekonomi Islam, dibahas dengan lugas dan tuntas tentang hak milik, beserta dalil Hadits dan ayat-ayat

Ada beberapa hal yang menggelitik nurani saya untuk semakin menyadari hal ini. Ini tentang aktifitas manusia sehari-hari.

Aktifitas kita sehari-hari, ber-mu'ammalah dan mengelola harta telah di atur dengan batasan yang jelas oleh Allah melalui indahnya Islam. :)

Dan saya meyakini ini adalah konsekuensi dari Ketauhidan kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Tentang beberapa hal bahkan seluruh sektor. :)

Seluruh Sektor kehidupan telah di atur dengan lugas dan tuntas oleh Islam. Karena karakteristik ajaran Islam adalah syamil/Universal.

Bagaimana Tauhid mengisi Hidup kita? Dengan benar-benar mengejewantahkan ajaran Islam dalam kehidupan kita.

Ya! Terima itu! Inilah seharusnya cara bertauhid kita. Menerima Islam masuk dalam diri dan membiarkan keindahan prinsipnya mengalir...

Menerima Islam masuk dalam diri dan membiarkan keindahan prinsipnya mengalir dalam peredaran darah dan hidup kita. :)

Maka biarkanlah diri kita diarahkan oleh Islam dan Gerakan Dakwah, agar Tauhid kita nggak sekedar teori belaka.

END.





Selasa, 16 Juli 2013

Kultweet #EraLayar dari Akun Twitter @Khaidir_

Selasa 12 Februari 2013

Beberapa minggu yang lalu, sempat terkesima dengan penggalan lirik lagu di salah satu film.

Judul Film-nya "Zokkomon", produksi Walt Disney. Bercerita tentang anak Superhero yang melawan tirani di daerahnya.  

Sebuah tirani kekuasaan yang otoriter dan masih sangat kaku bergerak dalam peradaban. Tp bagus juga utk sosialisasi budaya India.


Pendek Kisah, perubahan yang dilakukan oleh "Zokkomon" & Tim-nya amat sangat cepat. Sekejap saja, dan beberapa konflik penghias.


Begitupun dengan Kisah Superhero yang lain seperti Thor, Captain America, Hulk, dll. Beberapa film ini produksi Marvel.  

Bahkan para Superhero Marvel tersebut disatukan dalam satu Sequel menarik, "The Avenger" yang menyedot perhatian umum.  

Komentar saya simple aja, "Terlalu Cepat". Ya! Perubahan yang dilakukan terlalu cepat.  

diluar konteks bahwa kisah yang 'katanya' inspiratif tersebut hanya dibatasi oleh durasi penayangan yaaah. :)

Ada juga yang menarik dari beberapa Kisah yang kami sebutkan tadi. Yaitu 'Balas Dendam'. Ini sangat kontradiktif dgn konsep Hero.  

Sedikit keburukan, tertutupi oleh tindakan2 heroik dgn kekuatan yang luar biasa yg 'mungkin saja' jg berdampak kerusakkan.  

Saya pikir sudah jelas nilai2 yang ingin disusupi ke Ideologi kita. Jelas ini adalah sebuah Ghazwul Fiqr.  

Perubahan yang terlalu cepat? Terburu-buru dan mudah emosi menghendaki perubahan. Menghasilkan perubahan yang rapuh.  

Saya berbicara tentang beberapa film superhero karena judul Kultwit-nya . InsyaAllah paham yaaah. :)

Perubahan itu pasti terjadi. Tirani kedzaliman pasti runtuh, atau izinkan saya menyebutnya "Ideologi Individualis&Materialistis".  

Ya! Banyak Konspirasi ketika melakukan perjuangan untuk perubahan, apalagi perjuangan kebaikan. Konspirasi? :)

Tapi sekali lagi, Perubahannya Terlalu Cepat! Dalam konsep yang saya pahami, perubahan tidak instan seperti itu.  

Orang-orang semakin termotivasi dengan Perubahan yang amat sangat cepat tersebut. Ego didahulukan demi terjadinya perubahan.  

Perjuangan Kebaikan tentunya adalah perjalanan panjang. Kata Imam Syahid : Thulut Thariq, Katsirul Aqabat, Qilaturrijal.  

Perjuangan Kebaikan atau saya lebih senang menyebutnya dgn 'Dakwah'. Silahkan cari referensi lain terkait 3 Karakteristik Dakwah.  

Konsep Perubahan yang di ajarkan Islam kepada kita sangat kontradiktif dgn Film-film Superhero tersebut.  

Jangan sampai kita menjadi salah memilih Film Inspiratif, karena zaman sekarang adalah :D :)

kata para Trainer saya sewaktu di Cibubur bahwa telah mendominasi. Konten2 Porno dapat kita temukan pd Siswa2 Sekolah.

Yang jelas, dapat menjadi sarana Ghazwul Fiqr dan sarana pencerahan (baca: Dakwah) yang bagus. :)

Kembali lagi pada Konsep perubahan. Di Al-Qur'an begitu banyak Kisah Inspiratif tentang perubahan.

Izinkan saya mengutip salah satu Kisah di Al-Qur'an yang berjudul Ashabul Kahfi. Ada yang tahu berapa Jumlah Ashabul Kahfi?  

Jumlah Personel Smash berapa yah? Jumlah Personel Noah berapa yah? Atau jgn2 lebih tahu itu daripada jumlah ashabul kahfi? :D :D

Ashabul Kahfi berjumlah 6 Orang plus 1 ekor anjing setia. Mereka adalah para Pemuda yang sempat hidup di bawah tirani kedzaliman.  

Kata Ustadz saya, tirani pada masa mereka pokoknya sangat kejam deh. Sampai2 para ashabul kahfi lari bersembunyi di gua. :)

Mereka bersembunyi di gua karena tidak tahan dgn tirani tersebut. Dan mereka di tidurkan oleh Allah dalam waktu yang lama.  

"Jumlah cuma 6 orang, masa iya melakukan perubahan. Lari aja dulu deh.." Begitu mungkin pikir mereka.  

Maka berlakulah salah satu karakteristik dakwah : Qilaturrijal (sedikit orangnya). Perubahan di awali oleh orang2 yg sedikit.  

"Dari pada kita disiksa, mendingan kita pertahankan aqidah kita dengan bersembunyi.." Begitu mungkin pikir mereka. :D :D :)

Maka berlakulah karakteristik dakwah selanjutnya : katsirul aqabat (banyak timpaan/siksaan-nya).  

Sampai suatu saat ketika para pemuda ashabul kahfi terbangun dari tidurnya. Mereka bersepakat untuk belanja ke pasar.  

Ketika menyerahkan uang-nya utk berbelanja, penjual yg berada di pasar mengatakan bahwa uang mereka sdh tdk berlaku lagi. Nahloh?  

Uang yang mereka gunakan ini adalah yang di gunakan sekitar 300 Tahun yang lalu. Jadi udah nggak berlaku lagi. Nahloh?  

Singkat Kisah, mereka di tidurkan oleh Allah dalam waktu yang sangat lama. Sekitar 300 tahun.  

Dan luar biasa perubahan yang mereka dapatkan ketika mereka dibangunkan oleh Allah. Penguasa pada saat itu beriman kpd Allah SWT.  

para Pemuda itu hanya dengan 'tidur', bisa terjadi perubahan. Bukan, bukan, bukan itu ibrah yang dpt kita ambil yaahh. :D :)

Sebuah kaidah yang berlaku di semua era, bahwa perubahan itu butuh waktu yg amat sangat lama. Jangan di ukur dengan umur kita. :)

Maka berlakulah karakteristik dakwah selanjutnya : Thulut Thariq (panjang jalannya). :)

Inilah substansi yang ingin kami sampaikan melalui kultwit ini. Bahwa perubahan itu panjang jalannya, jgn merasa cepat puas!! :)

Semoga kita termasuk orang2 yang cerdas dalam menghadapi yang dijadikan sarana oleh para orientalis untuk ghazwul fiqr. :) 

Semoga kita termasuk orang yang diberi hidayah oleh Allah untuk senantiasa bersabar terhadap panjangnya jalan ini. :)

Mari menjadi orang yang cerdas & cerdik dalam mengambil ibrah dari setiap kisah/film. Bertahan di , InsyaAllahu minal aaminiin :)

Wallahu'alam, subhanakAllahumma wabihamdik, asyhadu anlaa ilaahailla anta, astaghfirula wa atubu ilaik. Wassalamu'alaikum Wrwb. :) 

Senin, 26 November 2012

Kontroversi Film The Innocence Of Muslims


The Innocence of Muslims, judul film yang belum lama ini beredar di situs youtube. Film yang konon US$ 5 Juta  dan berasal dari 100 orang donator yahudi tersebut, secara tegas  menghina pribadi Nabi Muhammad Shallallahu’Alaihi Wasallam. “Bagaimana sikap kita, apakah harus mengebom, berperang, atau bagaimana?” itulah potongan artikel yang saya ambil dari kompasiana dari seseorang  yang berkomentar mengenai masalah film kontroversial ini.  Pemerintah Amerika Serikat mengkritik pembuat film menghina Nabi Muhammad SAW amatir yang telah memicu aksi protes anti-AS dan memerintahkan FBI mengejar pembuat film tersebut.

“Tapi seperti yang saya katakan kemarin, tidak ada pembenaran sama sekali untuk menanggapi film tersebut dengan kekerasan, apalagi sampai menghilangkan nyawa orang yang tidak bersalah. Kami sangat menghargai muslim di AS dan di seluruh dunia..”  kata Hillary, dikutip CNN. Ya! Itulah komentar dari perdana menteri Amerika Serikat yang mungkin saja tidak tahu atau pura-pura tidak tahu atas kebebasan yang menurut saya tak terkendali di Negara mereka, kebebasan beropini melalui film. Terlepas dari pemahaman saya bahwa film juga merupakan media untuk mentransfer ideologi. Tergantung ideologi para pembuat film atau tepatnya pemegang saham dominan dalam pembuatan film tersebut. Seperti sinetron-sinetron di Indonesia yang sukses mentransfer ideologi “Punjabi Bersaudara” karena mereka-lah yang dominan memegang kuasa wacana sinetron di Indonesia.  Tapi bukan itu substansi yang ingin penulis bahas disini.

Berbicara mengenai Media, beberapa hari yang lalu penulis mengikuti salah satu even Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF-RI) yang bekerjasama  dengan UNTAD bertempat di Hotel Santika Palu. Bentuk even-nya adalah Focuss Group Discussion ((FGD) dengan topik “Membangun Karakter Bangsa Melalui Sensor Film”. Begitu banyak pengetahuan yang penulis dapatkan di acara ini terkait dinamika sensor film di Indonesia. Berdasarkan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2009 Tentang Perfilman, pada bagian pedoman penyensoran dari segi keagamaan maka film the innocence of muslims telah melanggar poin c. pada poin c tersebut, pihak LSF-RI berhak menyensor bahkan menolak disiarkan apabila tayangan mengandung penghinaan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Indonesia yang dalam konstitusinya mengakui keberadaan lima agama saja secara tegas menolak adanya film yang mengandung penghinaan terhadap agama, apalagi Islam yang sangat jelas dengan konsep Rahmatan lil’aalamin. Maka dalam hal ini tugas dan wewenang LSF-RI juga dapat ditingkatkan agar bisa melakukan penyaringan bukan hanya terbatas pada Televisi dan bioskop saja, sosial media bahkan dunia maya pun patut menjadi tanggungjawab LSF-RI bersama-sama pemerintah dan masyarakat.

Penulis akan coba membahas dan sedikit mengarahkan tentang bagaimana seharusnya mengambil sikap terhadap film the innocence of muslims berdasarkan konsep Islam yang syamil (Universal) dan koprehensif. Substansi dari film tersebut, seperti kita ketahui bersama mengandung  penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Padahal Allah SWT telah menyempurnakan Akhlaq beliau dengan budi pekerti yang luhur, bahkan mengawal perjalanan hidup beliau  sebagai suri teladan terbaik yang pernah ada. Allah SWT berfirman :

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.”  (Q.S.Al-Qalam : 4).

Bagaimana cara Allah menjaga akhlaq Muhammad ? tentunya untuk membentuk akhlaq sempurna seperti Muhammad melalui sebuah proses. Allah SWT menjaganya sejak kecil. Muhammad yang senantiasa berlaku jujur sejak  ia kecil. Seperti yang sering kita dengarkan Muhammad bergelar Al-Amin  sejak usia muda. Rasulullah SAW telah merasakan manisnya “Celupan warna Ilahi”. Begitulah Ustadz Salim.A Fillah menyebutnya.  Dan izinkan pula penulis dan anda menyebutnya seperti itu. Sangat kontradiktif dengan apa yang digambarkan dalam film the innocence of muslims tentang Muhammad SAW.

Anda marah? Ya, penulispun merasakan hal yang demikian ketika menyaksikan trailer film the innocence of muslims walaupun baru semenit lebih sekian detik. Sebelum masuk di bagian “Bagaimana Bersikap”, penulis ingin sedikit berbagi tentang celupan warna ilahi. Celupan warna ilahi yang menjaga kemuliaan dan kemaksuman Muhammad SAW. Dengan begitu indah Ustadz Salim.A Fillah menjelaskan tentang celupan warna ilahi.

“Bila suatu ketika kau berkesempatan menatap pelangi, nikmatilah dengan rasa syukur penuh. Matahari telah menyediakan warna-warni itu sejak lama, setiap saat. Tetapi hujanlah yang memperlihatkannya pada kita. Terbayangkah kau jika sebuah planet bening tiba-tiba hadir di antara surya dan buana, maka sang mentari akan menunjukkan wajah warna warni? Tetapi tidak. Yang indah justru pelangi itu. Dengan segala suasana yang mengetengahi batin kita. Kerja-kerja alam yang diatur Sang Maha Pencipta terasa begitu menakjubkan.

“Celupan warna Allah, dan siapakah yang lebih baik celupan warnanya daripada Allah? Dan hanya kepadaNyalah kami menyembah.”  (Q.S.Al-Baqarah : 138).

Di akhir tulisan ini, penulis sekali lagi akan berbagi tentang bagaimana seharusnya bersikap. Pendustaan terhadap sifat-sifat Muhammad SAW dalam film the innocence of muslims hendaknya kita sikapi dengan bijak. Emosi boleh saja, namun dibarengi dengan semangat tauhid, keadilan, dan kebijaksanaan. Allah SWT Berfirman :

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) (sebagai) umat yang adil dan pilihan, agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia, dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian.”  (Q.S.Al-Baqarah : 143).

Marah adalah fitrah manusia dan wajar bila sebagai muslim. Yang sama sekali tidak merasakan marah barang sedikit perlu dipertanyakan keimanannya. Mari kita salurkan emosi-emosi kita yang lahir dari penghinaan terhadap Muhammad SAW dengan hal-hal yang positif. Yang mau turun aksi, silahkan turun aksi, turun ke jalan, berorasi, berdemokrasi sebagaimana pemahaman anda akan demokrasi. Dengan batasan-batasan tentunya, tidak dengan anarkis. Yang punya gagasan dan ide-ide besar, silahkan tuangkan emosi anda dengan tulisan yang konstruktif dan manfaatkan seluruh media yang ada agar tulisan ada bisa ter-posting.  Bangsa dan umat ini perlu orang untuk memapahnya agar bangkit, penulis percaya orang-orang yang sempat marah karena penghinaan terhadap panutan terbaiknya akan semakin berbenah, berhenti meneriakkan bangkit bila tak di iringi dengan action. Tunjukkan keresahan dan kemarahan anda dengan karya nyata dan prestasi. Talk less, action more!

Sambutan MABA UNTAD 2012

Assalamu’alaikum

Salam hangat !!

Salam sukses !!

Salam semangat !!

Syukur senantiasa kita perbarui, lalu diwujudkan melalui amal-amal kita, hanya untuk Allah S.W.T.

Shalawat dan Salam senantiasa kita kirimkan kepada Manusia Terbaik sepanjang masa, Rasulullah, Nabiyullah Muhammad S.A.W.

 

Rasa-rasanya, salam-salam tadi nggak bakalan cukup untuk mewakili ekspresi kami dalam menyambut kalian di kampus ini. Selamat datang di kampus bumi tadulako.., kampus yang InsyaAllah akan menjadi laboratorium-nya para ilmuwan, wahana intelek kita untuk menyalurkan minat dan bakat, tempat bagi para penggapai sukses dunia akhirat, perkumpulan para penuntas mimpi, dan perhimpunan para perindu sosok mahasiswa paripurna.

 

Booklet ini hanyalah sedikit persembahan dari kami untuk sahabat-sahabat kami, yang telah dipilih Allah dari sekian ribu orang untuk dapat merasakan nikmatnya bangku perkuliahan di Universitas Negeri terbesar Se-Sulawesi Tengah. Begitu banyak sahabat-sapadahabat kita di luar sana yang ingin merasakan jenjang perguruan tinggi, namun kalianlah yang kemudian dipilih Allah. Izinkan kami mengucapkan selamat karena telah resmi bergelar sebagai “Mahasiswa Universitas Tadulako”.

 

Sahabat-sahabat Mahasiswa Baru 2012, Di Kampus ini, teman-teman akan mendapatkan pengalaman, pelajaran, dan berbagai hal, dan semua hal tersebut tidak akan cukup apabila kita hanya fokus di perkuliahan semata. Semua potensi, kemampuan tersembunyi, serta skill yang seharusnya kita peroleh semuanya nggak berjalan optimal. Nggak mau kan jadi mahasiswa yang miskin pengalaman ?? pengen jadi Mahasiswa yang paripurna kan ?? InsyaAllah kami dari Lembaga Dakwah Kampus Unit Pengkajian Islam Mahasiswa Universitas Tadulako (LDK UPIM UNTAD) siap memfasilitasi anda.

 

LDK UPIM UNTAD adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat Universitas yang bergerak di berbagai bidang namun fokus pada pembinaan Keislaman. Lembaga ini genap berusia 21 di tahun ini.  Lembaga ini memiliki 9 partner lembaga tingkat Fakultas lewat jalur komando. MPM Al-Iqra’ FEKON, MPM Al-Jihad FISIP, MPM Darussalam FAKHUM, TP Ulul Al-Baab FAPERTA, TP Darul’Ulum FKIP, TP Al-Ishlah FMIPA, TP Hizbullah FATEK, LPIMK Ar-Rahman FAHUTAN, dan FKI Asy-Syifa FKIK. Ajakan kami adalah ajakan kepada kebaikan, InsyaAllah. Ajakan kami tujuannya sejelas Cahaya Mentari, Sebiru langit cerah, sepasti fajar menyingsing, selengkap-lengkapnya ajaran, sesuai substansi hidup manusia.

 

Kampus madani adalah cita-cita kami, pemerintahan kampus yang berdaulat adalah asa kami. Kami ingin mengutip inti dari perkataan junjungan kita, Rasulullah S.A.W, ketika hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka kita adalah orang yang celaka. Ketika hari ini sama saja dengan hari kemarin maka kitatermasuk orang yang merugi. Namun ketika hari ini lebih baik dari hari kemarin sesungguhnya kita adalah orang-orang yang beruntung. Ini perkataan Rasul looh.., nggak mau kan jadi orang yang merugi ?? yuk.., mari satukan langkah kita, apapun warnamu,  menuju Tadulako Madani. Dan InsyaAllah Tadulako Madani Bukan hanya Mimpi..

 

Selaksa asa datang menyalami

Detakan nurani bertalu-talu

Selamat datang di Kampus kami

Do’a kami Sukses selalu


Refleksi Hardiknas, Pendidikan Sebagai Penuntas Kegalauan

Hari pendidikan nasional, yang diperingati tanggal 2 Mei setiap tahunnya. Di dalam benak saya pribadi, momen setiap tahun ini hendaknya dapat menjadi tolak ukur sudah sejauh mana perkembangan pendidikan di Negara, bangsa, provinsi, kabupaten, kota, atau mungkin lebih khusus di Universitas kita tercinta. Baiklah, saya tidak ingin berpanjang lebar dalam tulisan saya ini. Fokus tulisan saya kali ini adalah mencermati pendidikan yang saat ini menurut saya masih berorientasi pada hasil.

Pendidikan yang berorientasi pada hasil, inilah yang masih harus menjadi “Pekerjaan Rumah” bagi kita semua sebagai Aktivis pendidikan. Di dunia sekolah, dengan nilai ujian atau nilai raport yang tinggi akan menjadi suatu kebanggaan bagi siswa.  Nilai menjadi tolak ukur kualitas seseorang, padahal ada beberapa potensi manusia yang juga bisa menentukan kemuliaan dirinya baik di kalangan manusia maupun di mata Tuhannya. Maka dengan orientasi seperti ini, kita perlu me-review hal tersebut. Perlu dilakukan reorientation untuk mendukung salah satu program pemerintah dalam bidang pendidikan yaitu Pendidikan Berbasis Karakter. Karakter sendiri dibangun oleh sesuatu yang walaupun di kerjakan sedikit namun sifatnya terus-menerus (kontinu). Dan dalam membangun pendidikan berbasis karakter seperti yang sempat disampaikan pada Media Tadulako sebelumnya, dibutuhkan sebuah proses yang berkelanjutan. Seorang Siswa yang belajar dengan baik, mampu mengikuti proses dengan tekun, mengedepankan prinsip kejujuran pada saat nasional, dapat dipastikan akan menjadi manusia yang paripurna mengisi peradaban dengan kemampuan intelektual  kesadaran sosialnya. Sebaliknya seorang siswa belajar dengan baik selalu dengan motif pujian, selalu mengeluh dengan proses yang djalaninya, bukan berbagi ilmu tapi berbagi kegalauan ke semua orang, sampai-sampai  kegalauan tersebut di-share di Facebook yang merupakan konsumsi umum.

Hari ini beberapa dari kalangan kita begitu bangga dengan IPK yang tinggi. Berbagai cara digunakan untuk mencapai IPK yang tinggi, menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan tersebut. Wajah buram pendidikan di kalangan intelektual muda. Sampai ketika tujuannya tak tercapai, kegundahan, kegalauan dan frustasi-lah yang terjadi. Bertolak belakang dengan pendidikan berkarakter. Padahal galau bukanlah karakter seorang intelektual muda. Di Kitab Suci Agama saya, Surah Al-Baqarah Ayat  275 bercerita tentang penyebab  manusia yang sering galau.

Harapan saya pribadi pada momen Hardiknas kali ini, Kalau alumni-alumni ITB dan UI bisa menjadi pemimpin-pemimpin bangsa saat ini, para Civitas akademika UNTAD adalah pemimpin provinsi ini kedepan, bahkan negeri kita tercinta ini. Tentunya dengan terlebih dahulu meluruskan orientasi kita bahwa kuliah bukan hanya sekedar mencari nilai, tapi banyak hal kontributif yang bisa kita lakukan untuk membangun pendidikan berkarakter, pendidikan berbasis proses, pendidikan penuntas kegalauan. Dari kampus ini kita bangun pendidikan berbasis proses, menuju tadulako madani. Tadulako madani tak hanya sekedar mimpi.