This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 19 Juli 2013

Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja

Posted on 19 Desember 2008 by Pakde sofa 

Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja
Reformasi sektor publik salah satunya ditandai oleh munculnya era New Public Management (NPM) yang telah mendorong usaha untuk mengembangkan pendekatan yang lebih sistematis dalam perencanaan anggaran sektor publik. Seiring dengan perkembangan tersebut, muncul beberapa teknik penganggaran sektor publik, misalnya adalah teknik anggaran kinerja (performance budgeting), Zero Based Budgeting (ZBB), dan Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS).

Pendekatan baru dalam sistem anggaran publik tersebut cenderung memiliki karakteristik umum sebagai berikut:
Ø Komprehensif/komparatif
Ø Terintegrasi dan lintas departemen
Ø Proses pengambilan keputusan yang rasional
Ø Berjangka panjang
Ø Spesifikasi tujuan dan perangkingan prioritas
Ø Analisis total cost dan benefit (termasuk opportunity cost)
Ø Berorientasi input, output, dan outcome (value for money), bukan sekedar input.
Ø Adanya pengawasan kinerja.

ANGGARAN TRADISIONAL
Sentralistis, Berorientasi pada input, tidak terkait dengan perencanaan jangka panjang, Line-item dan incrementalism, Batasan departemen yang kaku (rigid department), Menggunakan aturan klasik:Vote accounting, Prinsip anggaran bruto,Bersifat tahunan.

NEW PUBLIC MANAGEMENT
Desentralisasi & devolved management, Berorientasi pada input, output, dan outcome (value for money), Utuh dan komprehensif dengan perencanaan jangka panjang, Berdasarkan sasaran dan target kinerja, Lintas departemen, (cross department), Zero-Base Budgeting, Planning Programming Budgeting System, Sistematik dan rasional, Bottom-up budgeting.
Traditional budget didominasi oleh penyusunan anggaran yang bersifat line-item dan incrementalism, yaitu proses penyusunan anggaran yang hanya mendasarkan pada besarnya realisasi anggaran tahun sebelumnya, konsekuensinya tidak ada perubahan mendasar terhadap anggaran baru. Hal ini seringkali bertentangan dengan kebutuhan riil dan kepentingan masyarakat. Performance budget pada dasarnya adalah sistem penyusunan dan pengelolaan anggaran yang berorientasi pada pencapaian hasil atau kinerja. Kinerja tersebut harus mencerminkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik, yang berarti harus berorientsi kepada kepentingan publik.

B. Anggaran Berbasis Kinerja
Penganggaran merupakan rencana keuangan yang secara sistimatis menunjukkan alokasi sumber daya manusia, material, dan sumber daya lainnya. Berbagai variasi dalam sistem penganggaran pemerintah dikembangkan untuk melayani berbagai tujuan termasuk guna pengendalian keuangan, rencana manajemen, prioritas dari penggunaan dana dan pertanggungjawaban kepada publik. Penganggaran berbasis kinerja diantaranya menjadi jawaban untuk digunakan sebagai alat pengukuran dan pertanggungjawaban kinerja pemerintah.

Penganggaran berbasis kinerja merupakan metode penganggaran bagi manajemen untuk mengaitkan setiap pendanaan yang dituangkan dalam kegiatan-kegiatan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan, termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dari keluaran tersebut. Keluaran dan hasil tersebut dituangkan dalam target kinerja pada setiap unit kerja. Sedangkan bagaimana tujuan itu dicapai, dituangkan dalam program, diikuti dengan pembiayaan pada setiap tingkat pencapaian tujuan.

Program pada anggaran berbasis kinerja didefinisikan sebagai instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang akan dilaksanakan oleh instansi pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan tujuan, serta memperoleh alokasi anggaran atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh instansi pemerintah. Aktivitas tersebut disusun sebagai cara untuk mencapai kinerja tahunan. Dengan kata lain, integrasi dari rencana kerja tahunan yang merupakan rencana operasional dari Renstra dan anggaran tahunan merupakan komponen dari anggaran berbasis kinerja. Elemen-elemen yang penting untuk diperhatikan dalam penganggaran berbasis kinerja adalah :
1) Tujuan yang disepakati dan ukuran pencapaiannya.
2) Pengumpulan informasi yang sistimatis atas realisasi pencapaian kinerja dapat diandalkan dan konsisten, sehingga dapat diperbandingkan antara biaya dengan prestasinya.
3) Penyediaan informasi secara terus menerus sehingga dapat digunakan dalam manajemen perencanaan, pemrograman, penganggaran dan evaluasi.

Kondisi yang harus disiapkan sebagai faktor pemicu keberhasilan implementasi penggunaan anggaran berbasis kinerja, adalah :
1) Kepemimpinan dan komitmen dari seluruh komponen organisasi.
2) Fokus penyempurnaan administrasi secara terus menerus.
3) Sumber daya yang cukup untuk usaha penyempurnaan tersebut (uang,waktu dan orang).
4) Penghargaan (reward) dan sanksi (punishment) yang jelas
5) Keinginan yang kuat untuk berhasil.

Dalam menyusun anggaran berbasis kinerja perlu diperhatikan antara lain prinsip-prinsip penganggaran, aktivitas utama dalam penyusunan anggaran berbasis kinerja dan peranan legislatif.
1. Prinsip-Prinsip Penganggaran
1) Transparansi dan akuntabilitas anggaran

Anggaran harus dapat menyajikan informasi yang jelas mengenai tujuan, sasaran, hasil, dan manfaat yang diperoleh masyarakat dari suatu kegiatan atau proyek yang dianggarkan. Anggota masyarakat memiliki hak dan akses yang sama untuk mengetahui proses anggaran karena menyangkut aspirasi dan kepentingan masyarakat, terutama pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidup masyarakat. Masyarakat juga berhak untuk menuntut pertanggungjawaban atas rencana ataupun pelaksanaan anggaran tersebut.

2) Disiplin anggaran
Pendapatan yang direncanakan merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan. Sedangkan belanja yang dianggarkan pada setiap pos/pasal merupakan batas tertinggi pengeluaran belanja. Penganggaran pengeluaran harus didukung dengan adanya kepastian tersedianya penerimaan dalam jumlah yang cukup dan tidak dibenarkan melaksanakan kegiatan/proyek yang belum/tidak tersedia anggarannya. Dengan kata lain, bahwa penggunaan setiap pos anggaran harus sesuai dengan kegiatan/proyek yang diusulkan

3) Keadilan anggaran
Pemerintah wajib mengalokasikan penggunaan anggarannya secara adil agar dapat dinikmati oleh seluruh kelompok masyarakat tanpa diskriminasi dalam pemberian pelayanan, karena pendapatan pemerintah pada hakikatnya diperoleh melalui peran serta masyarakat secara keseluruhan.

4) Efisiensi dan efektivitas anggaran
Penyusunan anggaran hendaknya dilakukan berlandaskan azas efisiensi, tepat guna, tepat waktu pelaksanaan, dan penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan. Dana yang tersedia harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk dapat menghasilkan peningkatan dan kesejahteraan yang maksimal untuk kepentingan masyarakat.

5) Disusun dengan pendekatan kinerja
Anggaran yang disusun dengan pendekatan kinerja mengutamakan upaya pencapaian hasil kerja (output/outcome) dari perencanaan alokasi biaya atau input yang telah ditetapkan. Hasil kerjanya harus sepadan atau lebih besar dari biaya atau input yang telah ditetapkan. Selain itu harus mampu menumbuhkan profesionalisme kerja di setiap organisasi kerja yang terkait.
Selain prinsip-prinsip secara umum seperti yang telah diuraikan di atas, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 mengamanatkan perubahan-perubahan kunci tentang penganggaran sebagai berikut:
1). Penerapan pendekatan penganggaran dengan perspektif jangka menengah
Pendekatan dengan perspektif jangka menengah memberikan kerangka yang menyeluruh, meningkatkan keterkaitan antara proses perencanaan dan penganggaran, mengembangkan disiplin fiskal, mengarahkan alokasi sumber daya agar lebih rasional dan strategis, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dengan pemberian pelayanan yang optimal dan lebih efisien.

Dengan melakukan proyeksi jangka menengah, dapat dikurangi ketidakpastian di masa yang akan datang dalam penyediaan dana untuk membiayai pelaksanaan berbagai inisiatif kebijakan baru, dalam penganggaran tahunan. Pada saat yang sama, harus pula dihitung implikasi kebijakan baru tersebut dalam konteks keberlanjutan fiskal dalam jangka menengah. Cara ini juga memberikan peluang untuk melakukan analisis apakah pemerintah perlu melakukan perubahan terhadap kebijakan yang ada, termasuk menghentikan program-program yang tidak efektif, agar kebijakan-kebijakan baru dapat diakomodasikan.

2). Penerapan penganggaran secara terpadu
Dengan pendekatan ini, semua kegiatan instansi pemerintah disusun secara terpadu, termasuk mengintegrasikan anggaran belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan. Hal tersebut merupakan tahapan yang diperlukan sebagai bagian upaya jangka panjang untuk membawa penganggaran menjadi lebih transparan, dan memudahkan penyusunan dan pelaksanaan anggaran yang berorientasi kinerja. Dalam kaitan dengan menghitung biaya input dan menaksir kinerja program, sangat penting untuk mempertimbangkan biaya secara keseluruhan, baik yang bersifat investasi maupun biaya yang bersifat operasional.

3). Penerapan penganggaran berdasarkan kinerja
Pendekatan ini memperjelas tujuan dan indikator kinerja sebagai bagian dari pengembangan sistem penganggaran berdasarkan kinerja. Hal ini akan mendukung perbaikan efisiensi dan efektivitas dalam pemanfaatan sumber daya dan memperkuat proses pengambilan keputusan tentang kebijakan dalam kerangka jangka menengah. Rencana kerja dan anggaran (RKA) yang disusun berdasarkan prestasi kerja dimaksudkan untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dengan menggunakan sumber daya yang terbatas. Oleh karena itu, program dan kegiatan Kementerian Negara/Lembaga atau SKPD harus diarahkan untuk mencapai hasil dan keluaran yang telah ditetapkan sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) atau rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

2. Aktivitas Utama dalam Penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja
Aktivitas utama dalam penyusunan anggaran berbasis kinerja adalah mendapatkan data kuantitatif dan membuat keputusan penganggarannya. Proses mendapatkan data kuantitatif bertujuan untuk memperoleh informasi dan pengertian tentang berbagai program yang menghasilkan output dan outcome yang diharapkan. Data kuantitatif juga dapat memberikan informasi tentang bagaimana manfaat setiap program terhadap rencana strategis. Proses pengambilan keputusan harus melibatkan setiap level dari manajemen pemerintahan. Pemilihan dan prioritas program yang akan dianggarkan akan sangat tergantung pada data tentang target kinerja yang diharapkan dapat dicapai.

3. Peranan Legislatif dalam Penyusunan Anggaran
Alokasi anggaran setiap program di masing masing unit kerja pada akhirnya sangat dipengaruhi oleh kesepakatan antara legislatif dan eksekutif. Prioritas dan pilihan pengalokasian anggaran pada tiap unit kerja dihasilkan setelah melalui koordinasi diantara bagian dalam lembaga eksekutif dan legislatif. Dalam usaha mencapai kesepakatan, seringkali keterkaitan antara kinerja dan alokasi anggaran menjadi fleksibel dan longgar namun dengan adanya Analisis Standar Belanja (ASB), alokasi anggaran menjadi lebih rasional.

Sumber Buku Administrasi Keuangan Publik Karya Enceng

SEJARAH PERKEMBANGAN AKUNTANSI KEUANGAN SYARI’AH

Pengembangan standar akuntansi keuangan bank syari’ah telah dimulai sejak 1987. Dalam hal ini, beberapa penelitian berkaitan dengan upaya pengembangan standar akuntansi keuangan tersebut telah diselesaikan. Hasilnya telah dikompilasikan dalam lima jilid dan disimpan di perpustakaan IRTI-IDB ( Islamic research and training institute of the Islamic development bank).

Hasil dari penelitian-penelitian dan diskusi-diskusi mengenai hal tersebut adalah pembentukan the financial accounting organization for Islamic banks and financial institutions pada tanggal 1 safar 1410 H / 26 februari 1990. Organisasi ini terdaftar sebagai organisasi nirlaba yang berdomisili di Manama, ibukota Bahrain pada tanggal 11 ramadhan 1411 H / 27 maret 1991. Sejak pendirian organisasi tersebut kemudian berlanjut dengan upaya penyusunan standar-standar akuntansi keuangan bank dan lembaga keuangan syari’ah. Pertemuan rutin panitia perencanadan follow up telah diselenggarakan dengan tujuan untuk merealisasikan rencana yang telah disetujui oleh Dewan Pengawas Standar Akuntansi Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan Syari’ah. Berkaitan dengan hal ini, organisasi ini juga mengakomodasi peran serta beberapa konsultan syari’ah, pakar-pakar dan praktisi akuntansi, serta para banker syari’ah.
The Financial Accounting Organization for Islamic Banks and Financial Institutions selanjutnya berganti nama menjadi the Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOOIFI).

AAOIFI sebagai Internasional Standard Setter of Shari’a Financial Accounting
AAOIFI menjadi organisasi nirlaba internasional yang memiliki kompetensi untuk menyusun standar-standar akuntansi keuangan dan auditing untuk Bank dan Lembaga Keuangan Syari’ah di dunia. Organisasi ini memiliki tujuan antara lain:
a.     Mengembangkan pemikiran akuntansi dan auditing yang relevan dengan lembaga keuangan.
b.     Menyamakan pemikiran di bidang akuntansi dan auditing yang relevan bagi lembaga keuangan dan penerapannya melalui pelatihan, seminar, publikasi jurnal yang merupakan hasil riset.
c.      Menyajikan, mengumumkan, dan menginterpretasikan standar-standar akuntansi dan auditing bagi lembaga-lembaga keuangan syari’ah.
d.     Mereview dan mengamandemen standar-standar akuntansi dan auditing bagi lembaga-lembaga keuangan syari’ah.

AAOIFI menyusun tujuan-tujuan tersebut disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan syari’ah islam yang mencerminkan sebuah sistem yang komprehensif bagi semua aspek kehidupan manusia, dan juga diselaraskan dengan lingkungan di mana Lembaga Keuangan Syari’ah dibangun.

Tujuan Akuntansi Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan Syari’ah
Akuntansi keuangan dalam islam memiliki tujuan bahwa seorang akuntan keuangan islam seharusnya memperhatikan dan memenuhi ketentuan syari’ah yang telah dijelaskan didalam Al-Qur’an dalam beberapa ayatnya. Diantaranya:
Surat Al-Anbiyaa’: 47, Al-Baqarah: 282, An-Nisaa’:135, Al-Muthaffifiin: 1-3, An-Nahl: 90, Al-Ahzab: 70, An-Nisaa’: 58, danmasih banyak lagi.
Akuntansi keuangan dalam islam seharusnya fokus pada upaya menampilkan penyajian wajar posisi keuangan suatu entitas dan hasil kegiatan usahanya. Dan perbankan syari’ah telah dibangun untuk mendorong umat islam dan masyarakat muslim dalam menggunakan uang untuk kepentingan yang konsisten dengan prinsip-prinsip syari’ah islam.

Tujuan Umum Akuntansi Keuangan (AAOIFI)
Tujuan utama dari akuntansi keuangan adalah untuk menyediakan informasi, melalui laporan keuangan berkala berkaitan dengan laporan posisi keuangan entitas, hasil operasi serta arus kasnya, untuk memudahkan pengguna laporan keuangan tersebut dalam pembuatan keputusan.
Batasan Informasi yang disediakan oleh Akuntansi Keuangan
Batasan yang dihasilkan dari proses alamiah akuntansi keuangan antara lain:
a.     Akuntansi keuangan hanya fokus pada pengukuran dampak keuangan yang terjadi dan kejadian lain yang mempengaruhi posisi keuangan, hasil operasi entitas, maupun arus kasnya.
b.     Akuntansi keuangan tidak dapat membedakan, melalui prosesnya, antara kinerja suatu entitas dan kinerja manajemennya.
c.      Informasi yang disediakan oleh akuntansi keuangan bersifat historis yang bias memiliki kemungkinan untuk digunakan dalam memprediksi kondisi keuangan dimasa yang akan datang.
d.     Akuntansi keuangan memiliki kemampuan memperkirakan pengaruh keuangan atas transaksi yang terjadi maupun kejadian lain yang mempengaruhi juga kondisi posisi keuangan maupun hasil opersi entitas.
Pentingnya Penyusunan Akuntansi Keuangan bagi Bank dan Lembaga Keuangan Syari’ah dan Arti penting Penetapan Tujuan
Kesepakatan akan tujuan akuntansi keuangan untuk bank dan lembaga keuangan syariah diharapkan memiliki manfaat antara lain:
a.     Tujuan-tujuan yang ditetapkan akan digunakan sebagai panduan bagi Dewan Standar Akuntansi Keuangan Bank  dan Lembaga Keuangan Syariah ketika menyusun Standar Akuntansi Keuangan.
b.     Tujuan-tujuan yang akan ditetapkan akan mendorong bank dan lembaga keuangan syariah, pada saat terjadi kekosongan standar akuntansi yang mengatur praktiknya, mampu merumuskan alternatif perlakuan akuntansi.
c.      Tujuan-tujuan yang ditetapkan akan berfungsi sebagai panduan dan aturan yang bersifat penetapan subyektif yang dibuat oleh manajemen ketika mempersiapkan laporan keuangan pokok dan laporan keuangan lainnya.
d.     Tujuan-tujuan yang ditetapkan, ketika disusun dengan baik, seharusnya mendorong pemakainya untuk percaya diri dan memahami tentang informasi akuntansi dalam hasil ini akan membangun juga kepercayaan terhadap bank dan lembaga keuangan syariah.

Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan Tujuan Akuntansi Keuangan Bank dan Lembaga Keuangan Syariah
Ada dua pendekatan yang digunakan dalam penyusunan tujuan-tujuan keuangan bank dan lembaga keuangan syariah antara lain:
a.     Pendekatan pertama menggunakan pendekatan dengan membanguntujuan-tujuan berdasarkan prinsip-prinsip syariah untuk kemudian mempertimbangkan tujuan yang telah disusun dikaitkan dengan praktik-praktik akuntansi konvensional.
b.     Pendekatan kedua dimulai dengan menyusun tujuan dengan menyesuaikan paraktik akuntansi konvensional untuk kemudian dilakukan testing dengan membandingkan prinsip-prinsip syariah dan akhirnya menerima tujuan yang telah disusun apabila tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan menolak jika bertentangan dengan prinsip syariah.

Tujuan akuntansi keuangan bank dan lembaga keuangan syariah
Tujuan keuangan akuntansi bagi bank danl embaga keuangan syariah menurut SFA Nomor 1 AAOIFI (2002) antara lain sebagai berikut:
a.     Menentukan hak dan kewajiban semua pihak, termasuk hak dan kewajiban yang dihasilkan dari proses transaksi yang tidak lengkap dan kejadian lain, disesuaikan dengan prinsip syari’ah islam dan konsepnya tentang kewajaran, kedermawanan, dan kepatuhan terhadap nilai-nilai bisnis islami.
b.     Memberikan kontribusi untuk menjaga aset-aset perbankansyariah, hak-haknya, dan hak-hak pihak lain dengan secara wajar.
c.      Memberikan kontribusi dan peningkatan kerja manajerial dan kemampuan produktif perbankan syariah serta mendorong kepatuhan terhadap tujuan dan kebijaksanaan organisasi yang telah ditetapkan, dan di atas semuanya tentunya adalah kepatuhan terhadap ketentuan syariah islam dalam semua transaksi dan kegiatannya.
d.     Menyediakan, melalui laporankeuangan, informasi yang berguna bagi para pengguna laporan keuangan, dan memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang berdasar berdasarkan dengan aktifitas yang berhubungan dengan perbankan syariah.

Tujuan Laporan Keuangan Syariah
SFA Nomor 1 AAOIFI (2002) menjelaskan bahwa laporan-laporan keuangan, yang ditujukan bagi pengguna-pengguna eksternal, seharusnya menyediakan beberapa jenis informasi antara lain sebagai berikut:
1.     Informasi tentang kepatuhan perbankan syariah terhadap ketentuan syariah islam serta tujuan-tujuan yang telah disusun, dan informasi syariah yang menyajikan pemisahan pendapatan dan pengeluaran dari sumber dana yang dilarang syari’ah, dimana hal itu bisa terjadi diluar kontrol manajemen.
2.     Informasi tentang sumber daya ekonomik perbankan syariah dan kewajiban-kewajiban yang terkait, dan dampak transaksi-transaksi tersebut, kejadian-kejadian lain, dan keadaan sumber daya entitas tersebut beserta kewajiban-kewajiban yang ditanggung. Informasi ini harusnya diarahkan secara prinsip pada upaya membantu proses evaluasi kecukupan permodalan perbankan syariah untuk menyerap kerugian dan resiko bisnis; pengukuran resiko yang terdapat dalam investasinya, dan evaluasi tingkat likuiditas aset dan persyaratan likuiditas yang sesuai dengan kewajibannya.
3.     Informasi untuk membantu perhitungan kewajiban zakat dari dana-dana depositor perbankan syariah serta tujuan-tujuan dimana zakat tersebut akan didistribusikan.
4.     Informasi yang membantu memperkirakan arus kas yang bias realisasikan dari pihak-pihak yang berhubungan dengan perbankan syariah, waktu serta resiko yang terkait dengan proses realisasi tersebut. Informasi ini seharusnya diarahkan untuk membantu pengguna dalam mengevaluasi kemampuan perbankan syariah dalam memperoleh pendapatan dan mengkonversikannya ke dalam arus kas dan kecukupan arus kasnya untuk memberikan keuntungan bagi para pemilik modal maupun pemilik rekening investasi.
5.     Informasi untuk membantu dalam mengevaluasi dalam pemenuhan kewajiban perbankan syariah untuk menjaga dana nasabah dan untuk menginvestasikan dana tersebut pada tingkat keuntungan yang wajar.
6.     Informasi tentang pemenuhan pertanggungjawaban sosial perbankan syariah.
7.     Informasi untuk membantu perhitungan

Renungan Kontribusi

20 Juni 2013

Kultweet dari Akun Twitter @Khaidir_


Semakin Masyarakat membutuhkan 'Kami'.., InsyaAllah kami akan turut berkontribusi..

 

pertama-tama yang dilakukan adalah peningkatan kualitas, kapasitas, dan kapabilitas diri.. tapi, Caleg bukanlah satu-satunya jalan.. :)

 

saya coba mengamati hal ini, dari luar dan dari dalam.. ini tentang karya kita.., yang dengan indah akan tertulis dalam sejarah..

 

beberapa teman-teman dekat mendorong saya untuk menjadi calon legislatif dan mereka siap menjadi tim sukses.. tapi..,

 

ini nggak se-sederhana dan se-simple pikiran-pikiran kita yang begitu banyak melihat kaum muda maju menjadi caleg..

 

tapi ini bukan menjadi alibi saya untuk nggak berkontribusi kok, saya hanya merasa masih perlu belajar dan berproses..

 

saya ingin mencoba jadi tim sukses dulu, pengen memperbanyak pengalaman dan ilmu, bahkan ingin segera menyempurnakan Agama..  

 

ini adalah pandangan politik saya untuk sementara, siap menjalankan amanah di posisi manapun sesuai pilihan jama'ah dakwah.. :)

 

END


Rabu, 17 Juli 2013

Kultweet #DinamikaKKN

10 April 2013

Kultweet Dari Akun Twitter @Khaidir_

 

Salah satu Poin Tridharma Perguruan Tinggi : "Pengabdian kepada Masyarakat" :)

 

Sampai hari ini kami tengah melaksanakan poin tersebut. Dengan berbagai macam kendala dan solusi.  

 

Yang menjadi pelaku utamanya adalah Mahasiswa. Mahasiswa adalah SDM yang unggul dalam beberapa hal.  

 

Saya kembali berfikir 'ilmu yang saya dapatkan di organisasi dakwah, tentang bagaimana mengelola dan mengoptimalkan Manusia.  

 

Maka dari itu saya dengan sepenuh hati merebut posisi Korcam pada KKN kali ini. Sejalan dengan salah satu tujuan Dakwah. Pelayanan Ummat. :)

 

Berbhakti, Mengabdi, melayani, ya! Itulah yang juga diajarkan kepada kami para Kader Dakwah. Maka KKN kali ini menjadi suatu lahan besar.. :)

 

Saya coba gunakan gaya manajemen semi-partisipatif. Partisipatif dan tegas coba saya seimbangkan. Begitulah saya melihat Rasulullah SAW. :)

 

Karakter orang macam-macam di KKN kali ini. Sebagian besar nggak punya pengalaman organisasi di Kampus. Serius menekuni perkuliahannya. :)

 

Saking serius Rumah-Kampus-Rumah-Kampus, sampai lupa bahwa organisasi tempatnya aktualisasi, eksplorasi, & melejitkan potensi.  

 

'Alaa Kulli Hal, saya coba melihat sisi positifnya. Inilah 'Reality' yg ada pada masyarakat. Acuh tak acuh dgn Kemaslahatan.  

 

Para Kordes-pun bermacam-macam karakternya. Hatta Yang nggak punya pengalaman jadi pemimpin harus siap menjadi kordes karena tuntutan. :)

 

16 April 2013

 

Sampai hari ini saya masih merasa sangat kurang wawasan tentang Sulteng, sebagai Putra asli Sulteng harusnya merasa malu.  

 

Beberapa Desa di Kecamatan baru ini benar-benar menggugahku. Nama kecamatan baru ini 'Kinovaro'. Berdiri Tahun 2007.  

 

Kecamatan Kinovaro adalah pemekaran dari Kecamatan Marawola. Disini, Sampai saat ini, otonomi daerah hanya teori belaka. :)

 

Budaya Kaili masih bgitu kental didaerah ini. Suku Kaili Da'a menjadi Mayoritas. Mental Pejuang! Itu salah satu karakteristik suku ini.  

 

Berbatasan langsung dengan Palu Barat, Kec.Marawola, dan Kec.Marawola Barat. Namun masyarakatnya tetap orisinil. Salut! :)

 

 

Kultweet Tentang Tauhid

13-20 Desember 2012
Dari Akun Twitter @Khaidir_

Ada sebuah kaidah, dan ada yang menyebutnya pola, ini tentang eksistensi/keberadaan kita di muka bumi.

Mencoba merenungi pesan-pesan Tauhid yang disampaikan oleh Sayyid Quthb. Seseorang yang pernah berada di pihak imperialisme barat.

Sayyid Quthb adalah orang yang sangat membenci Ikhwan bahkan pernah menjadi antek-antek imperialisme yang menginginkan keruntuhan Islam.

Sayyid Quthb yang akhirnya berbalik memusuhi imperialisme barat. Menghasilkan beberapa karya fenomenal yang turut berkontribusi dakwah.

Sayyid Quthb, seseorang yang sebelumnya sangat memusuhi dakwah, namun akhirnya bergabung di dakwah ini. Teringat Shahibiyah Khalid Bin Walid.

Kami begitu tertarik ketika beliau menyampaikan prinsip Ketauhidan, melalui eksistensi manusia dan alam semesta. Ma'alim fii Athariq :)

Ini sedikit mirip dengan asas fundamental Ekonomi Islam. Bahwa segala sesuatu yang yang ada di alam semesta, adalah milik Allah.

Hak milik segala sesuatu adalah hak prerogatif Allah SWT. Termasuk makhluk, Allah lah pemilik dari segala pemilik. :)

Dari sinilah kita perlu menyadari, harus kemudian menjalankan Syariat ini di turunkan dari Yang mempunyai Hak atas kita semua. :)

Menjalankan kehidupan, harus sesuai dengan petunjuk Sang Pembuatnya. Kita analogikan seperti membeli sebuah handphone/smartphone bermerek.

Ketika membeli smartphone bermerek, untuk mengoperasikannya perlu petunjuk. Dari mana petunjuk tersebut berasal? Ya! dari Pembuatnya. :)

Begitupun Manusia, petunjuknya sudah tertera dengan lugas dan tuntas dalam Al-Qur'an serta Al-Hadits. :)

Kalo ada perintah berinfaq, lakukan! Kalo ada perintah untuk berdakwah, lakukan! Nggak ada alasan, pokoknya harus dilakukan :)

Inilah cara untuk 'mengoperasikan' Manusia sebagaimana semestinya. Agar hidup sesuai dengan Kehendak Sang Maha Berkehendak. :)

Izinkan kami menyebutnya Eksistensi Manusia, manusia yang menerima amanah dari Allah SWT. :)

Nggak ada tawar-menawar, atau lobi-melobi, "Laa Ilaaha Illallah" adalah Harga Mati. Tunjukkan Eksistensi Kemanusiaanmu! :)

Tauhid adalah pondasi kehidupan seorang Muslim. Penting untuk kemudian matang dalam hal ini. :)

Sayyid Quthb mencoba memaparkan Tauhid dengan menjelaskan tentang eksistensi manusia dan eksistensi alam semesta. :)

Setelah kita ketahui bersama bahwa eksistensi manusia adalah wajib menjadi abdillah, maka Dakwah adalah kewajiban seluruh umat manusia.

Dalam asas ekonomi Islam, sedikit membahas tentang persoalan ini. Salah satu pilar asas tersebut adalah Hak Milik Allah SWT atas semesta.

Alam Semesta Ciptaan Allah, maka otomatis hak prerogatif Allah untuk menunjukkan dan mengajarkan kepada kita cara mengelolanya

Apabila kita simak seksama, secara definitif Al-Qur'an menjelaskan tentang Hak Milik Allah atas alam semesta yang dititipkan kpd manusia.

Sesungguhnya seluruh keindahan alam semesta ini, hanya dititipkan Allah kepada manusia. Mengingat peran utama manusia di ciptakan.

Khalifaturrahman, khalifatan fil ardh, inilah tugas utama manusia. Menjadi soko guru peradaban. (Read : ustadziyatul'alam).

Jadi Presiden, jadi Gubernur, jadi Bupati?? Itu maah keciill... Dibandingkan dengan amanah sebenarnya yang Allah titipkan kpd manusia.

Jangan heran bila Seorang Mukmin ingin menjadi pemimpin dan tokoh hampir di seluruh lini kehidupan. Itu adalah wujud pembuktian Tauhid.

Alam semesta senantiasa bertasbih kepada Allah, menjalankan amanah Allah, mencoba mengejewantahkan wujud tauhid kepada Allah.

maka, agar bisa bersinergi dengan alam semesta, kitapun harus demikian. Bahkan kalo bisa,lebih dari wujud penghambaan alam semesta kpd Allah

Inilah sebab Manusia sering disebut sebagai makhluk paling sempurna. Selain dari secara zhahirnya, juga eksistensi manusia sebenarnya.

Ketika kita semakin menyelami makna Tauhid, maka hati ini akan semakin bergetar. Tentang Allah Sang Maha Pencipta, dan konsekuensi makhluk.

Saya sedikit mengambil asas-asas Ekonomi Islam yang mengatur tentang hak milik pribadi seorang Manusia atas Harta.

Harta adalah kepunyaan Allah, seluruhnya di bumi ini, bahkan di alam semesta. Manusia-lah yang Di muliakan oleh Allah untuk...

Manusialah yang dimuliakan oleh Allah untuk di berikan hak ini. Tepatnya, 'dititipi', dan Manusialah kemudian yang paling berhak mengelola.

Pada Bab tentang 'Harta' pada Asas-asas Ekonomi Islam, dibahas dengan lugas dan tuntas tentang hak milik, beserta dalil Hadits dan ayat-ayat

Ada beberapa hal yang menggelitik nurani saya untuk semakin menyadari hal ini. Ini tentang aktifitas manusia sehari-hari.

Aktifitas kita sehari-hari, ber-mu'ammalah dan mengelola harta telah di atur dengan batasan yang jelas oleh Allah melalui indahnya Islam. :)

Dan saya meyakini ini adalah konsekuensi dari Ketauhidan kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Tentang beberapa hal bahkan seluruh sektor. :)

Seluruh Sektor kehidupan telah di atur dengan lugas dan tuntas oleh Islam. Karena karakteristik ajaran Islam adalah syamil/Universal.

Bagaimana Tauhid mengisi Hidup kita? Dengan benar-benar mengejewantahkan ajaran Islam dalam kehidupan kita.

Ya! Terima itu! Inilah seharusnya cara bertauhid kita. Menerima Islam masuk dalam diri dan membiarkan keindahan prinsipnya mengalir...

Menerima Islam masuk dalam diri dan membiarkan keindahan prinsipnya mengalir dalam peredaran darah dan hidup kita. :)

Maka biarkanlah diri kita diarahkan oleh Islam dan Gerakan Dakwah, agar Tauhid kita nggak sekedar teori belaka.

END.





Selasa, 16 Juli 2013

Kultweet #EraLayar dari Akun Twitter @Khaidir_

Selasa 12 Februari 2013

Beberapa minggu yang lalu, sempat terkesima dengan penggalan lirik lagu di salah satu film.

Judul Film-nya "Zokkomon", produksi Walt Disney. Bercerita tentang anak Superhero yang melawan tirani di daerahnya.  

Sebuah tirani kekuasaan yang otoriter dan masih sangat kaku bergerak dalam peradaban. Tp bagus juga utk sosialisasi budaya India.


Pendek Kisah, perubahan yang dilakukan oleh "Zokkomon" & Tim-nya amat sangat cepat. Sekejap saja, dan beberapa konflik penghias.


Begitupun dengan Kisah Superhero yang lain seperti Thor, Captain America, Hulk, dll. Beberapa film ini produksi Marvel.  

Bahkan para Superhero Marvel tersebut disatukan dalam satu Sequel menarik, "The Avenger" yang menyedot perhatian umum.  

Komentar saya simple aja, "Terlalu Cepat". Ya! Perubahan yang dilakukan terlalu cepat.  

diluar konteks bahwa kisah yang 'katanya' inspiratif tersebut hanya dibatasi oleh durasi penayangan yaaah. :)

Ada juga yang menarik dari beberapa Kisah yang kami sebutkan tadi. Yaitu 'Balas Dendam'. Ini sangat kontradiktif dgn konsep Hero.  

Sedikit keburukan, tertutupi oleh tindakan2 heroik dgn kekuatan yang luar biasa yg 'mungkin saja' jg berdampak kerusakkan.  

Saya pikir sudah jelas nilai2 yang ingin disusupi ke Ideologi kita. Jelas ini adalah sebuah Ghazwul Fiqr.  

Perubahan yang terlalu cepat? Terburu-buru dan mudah emosi menghendaki perubahan. Menghasilkan perubahan yang rapuh.  

Saya berbicara tentang beberapa film superhero karena judul Kultwit-nya . InsyaAllah paham yaaah. :)

Perubahan itu pasti terjadi. Tirani kedzaliman pasti runtuh, atau izinkan saya menyebutnya "Ideologi Individualis&Materialistis".  

Ya! Banyak Konspirasi ketika melakukan perjuangan untuk perubahan, apalagi perjuangan kebaikan. Konspirasi? :)

Tapi sekali lagi, Perubahannya Terlalu Cepat! Dalam konsep yang saya pahami, perubahan tidak instan seperti itu.  

Orang-orang semakin termotivasi dengan Perubahan yang amat sangat cepat tersebut. Ego didahulukan demi terjadinya perubahan.  

Perjuangan Kebaikan tentunya adalah perjalanan panjang. Kata Imam Syahid : Thulut Thariq, Katsirul Aqabat, Qilaturrijal.  

Perjuangan Kebaikan atau saya lebih senang menyebutnya dgn 'Dakwah'. Silahkan cari referensi lain terkait 3 Karakteristik Dakwah.  

Konsep Perubahan yang di ajarkan Islam kepada kita sangat kontradiktif dgn Film-film Superhero tersebut.  

Jangan sampai kita menjadi salah memilih Film Inspiratif, karena zaman sekarang adalah :D :)

kata para Trainer saya sewaktu di Cibubur bahwa telah mendominasi. Konten2 Porno dapat kita temukan pd Siswa2 Sekolah.

Yang jelas, dapat menjadi sarana Ghazwul Fiqr dan sarana pencerahan (baca: Dakwah) yang bagus. :)

Kembali lagi pada Konsep perubahan. Di Al-Qur'an begitu banyak Kisah Inspiratif tentang perubahan.

Izinkan saya mengutip salah satu Kisah di Al-Qur'an yang berjudul Ashabul Kahfi. Ada yang tahu berapa Jumlah Ashabul Kahfi?  

Jumlah Personel Smash berapa yah? Jumlah Personel Noah berapa yah? Atau jgn2 lebih tahu itu daripada jumlah ashabul kahfi? :D :D

Ashabul Kahfi berjumlah 6 Orang plus 1 ekor anjing setia. Mereka adalah para Pemuda yang sempat hidup di bawah tirani kedzaliman.  

Kata Ustadz saya, tirani pada masa mereka pokoknya sangat kejam deh. Sampai2 para ashabul kahfi lari bersembunyi di gua. :)

Mereka bersembunyi di gua karena tidak tahan dgn tirani tersebut. Dan mereka di tidurkan oleh Allah dalam waktu yang lama.  

"Jumlah cuma 6 orang, masa iya melakukan perubahan. Lari aja dulu deh.." Begitu mungkin pikir mereka.  

Maka berlakulah salah satu karakteristik dakwah : Qilaturrijal (sedikit orangnya). Perubahan di awali oleh orang2 yg sedikit.  

"Dari pada kita disiksa, mendingan kita pertahankan aqidah kita dengan bersembunyi.." Begitu mungkin pikir mereka. :D :D :)

Maka berlakulah karakteristik dakwah selanjutnya : katsirul aqabat (banyak timpaan/siksaan-nya).  

Sampai suatu saat ketika para pemuda ashabul kahfi terbangun dari tidurnya. Mereka bersepakat untuk belanja ke pasar.  

Ketika menyerahkan uang-nya utk berbelanja, penjual yg berada di pasar mengatakan bahwa uang mereka sdh tdk berlaku lagi. Nahloh?  

Uang yang mereka gunakan ini adalah yang di gunakan sekitar 300 Tahun yang lalu. Jadi udah nggak berlaku lagi. Nahloh?  

Singkat Kisah, mereka di tidurkan oleh Allah dalam waktu yang sangat lama. Sekitar 300 tahun.  

Dan luar biasa perubahan yang mereka dapatkan ketika mereka dibangunkan oleh Allah. Penguasa pada saat itu beriman kpd Allah SWT.  

para Pemuda itu hanya dengan 'tidur', bisa terjadi perubahan. Bukan, bukan, bukan itu ibrah yang dpt kita ambil yaahh. :D :)

Sebuah kaidah yang berlaku di semua era, bahwa perubahan itu butuh waktu yg amat sangat lama. Jangan di ukur dengan umur kita. :)

Maka berlakulah karakteristik dakwah selanjutnya : Thulut Thariq (panjang jalannya). :)

Inilah substansi yang ingin kami sampaikan melalui kultwit ini. Bahwa perubahan itu panjang jalannya, jgn merasa cepat puas!! :)

Semoga kita termasuk orang2 yang cerdas dalam menghadapi yang dijadikan sarana oleh para orientalis untuk ghazwul fiqr. :) 

Semoga kita termasuk orang yang diberi hidayah oleh Allah untuk senantiasa bersabar terhadap panjangnya jalan ini. :)

Mari menjadi orang yang cerdas & cerdik dalam mengambil ibrah dari setiap kisah/film. Bertahan di , InsyaAllahu minal aaminiin :)

Wallahu'alam, subhanakAllahumma wabihamdik, asyhadu anlaa ilaahailla anta, astaghfirula wa atubu ilaik. Wassalamu'alaikum Wrwb. :)