This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 14 Oktober 2011

SIKLUS PENDAPATAN (THE REVENUE CYCLE)

Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan- penjualan tersebut.
Tujuan utama siklus pendapatan yaitu menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai.
Aktivitas Bisnis Siklus Pendapatan

1. Penerimaan pesanan dari para pelanggan :
*      Mengambil pesanan pelanggan
*      Persetujuan kredit
*      Memeriksa ketersediaan persediaan
*      Menjawab permintaan pelanggan
2. Pengiriman barang :
*      Ambil dan pak pesanan
*      Kirim pesanan
*      Penagihan dan piutang usaha
*      Penagihan
*      Pemeliharaan data piutang usaha
*      Pengecualian : Penyesuaian rekening dan penghapusan
Penjualan
Bagian yang terkait dengan adanya penjualan :
⓪         Bagian Penjualan
Bagian pejualan bertanggung jawab melayani kebutuhan barang pelanggan. Bagian Penjualan mengisi Dokumen order penjualan (SO) untuk memungkinkan Bagian Gudang dan Bagian Pengiriman untuk melaksanakan penyerahan barang ke pelangan.

⓪         Bagian Kredit
Bagian Kredit bertanggung jawab untuk mengecek apakah customer yang bersangkutan masih layak untuk diberikan fasilitas kredit. Transaksi Penjualan sangat tergantung pada Bagian Kredit, karena sah tidaknya suatu SO ditetapkan oleh bagian tersebut. Setelah SO disahkan baru kemudian Bagian Penjualan mendistribusikan tembusan-tembusan SO ke berbagai departemen.

⓪         Bagian Gudang

Setelah kredit disetujui, Bagian Penjualan mengirimkan tembusan SO ke bagian gudang (biasa disebut Order Pengiriman) untuk mengeluarkan barang dari gudang. Selanjutnya Bagian Gudang menyerahkan barang sesuai dengan yang tertera pada Order Pengiriman ke Bagian Pengiriman untuk segera dikirimkan.


⓪         Bagian pengiriman

Bagian Pengiriman juga menerima tembusan SO dari Bagian Penjualan (biasa disebut Packing Slip) sebagai surat perintah untuk mengirimkan barang yang diterima dari bagian gudang kepada pelanggan. Setelah barang dikirim Bagian Pengiriman membuat nota pengiriman yang diberikan kepada Bagian Penagihan. Nota pengiriman tersebut antara lain berisi biaya yang diperlukan, oleh siapa pengiriman dilakukan, tgl pengiriman.


⓪         Bagian Penagihan

Bagian Penagihan menerima dua buah dokumen untuk kemudian disatukan menjadi suatu faktur. Dokumen tersebut adalah tembusan SO yang diterima dari Bagian Penjualan dan Nota Pengiriman yang diberikan oleh Bagian Pengiriman. Bagian Penagihan kemudian membandingkan dan menjumlah semua biaya yang terjadi untuk kemudian membuat faktur yang sesuai.


⓪         Bagian piutang dan Buku Besar
Bagian ini mencatat transaksi penjualan yang terjadi berdasarkan dokumen yang diterima (tembusan faktur penjualan). Bagian piutang mencatat kedalam file pelanggan untuk menambahkan saldo kredit pelanggan dan kemudian membukukannya kedalam Buku Besar sebagai dasar untuk membuat laporan.
Pengendalian : Tujuan, Ancaman, Prosedur
Didalam siklus pendapatan, SIA yang didesain dengan baik harus menyediakan pengendalian yang memadai untuk memastikan bahwa tujuan berikut ini bisa dicapai :
1.      Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar
2.      Semua transaksi yang dicatat valid (benar-benar terjadi)
3.      Semua transaksi yang valid, dan disahkan, telah dicatat
4.      Semua transaksi dicatat dengan akurat
5.      Aset dijaga dari kehilangan ataupun pencurian
6.      Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan efektif


Jenis Sistem Order Penjualan

1.      Sistem Pra-Penagihan Lengkap
Dalam sistem ini faktur dan nota pengiriman (Packing Slip) dibuat secara bersamaan dan data yang dibutuhkan untuk membuat faktur telah diisi lengkap (termasuk biaya pengiriman, pajak, dll). Jadi dalam sistem ini kita sudah harus mengetahui berapa biaya pengiriman dan pajak yang dibebankan kepada total penjualan.
2.      Sistem Pra-Penagihan Tidak Lengkap
Ada sistem ini Faktur dan nota Pengiriman dibuat secara bersamaan, tapi data yang ada pada faktur belum diisi lengkap sampai diterimanya nota pengiriman dari bagian pengiriman. Setelah nota pengiriman datang, Bagian Penagihan kemudian mengisi secara lengkap data yang ada dalam faktur untuk kemudian dikirimkan ke pelanggan.
3.      Sistem Pengorderan dan Penagihan Terpisah
Dalam sistem ini faktur dan order pengiriman dibuat secara terpisah, dimana faktur dibuat oleh Bagian Penagihan dan order pengiriman dibuat oleh Bagian Pengiriman.



Kebutuhan Informasi Siklus Pendapatan
1.      Data Operasional
Data operasional dibutuhkan untuk mengawasi kinerja dan untuk melakukan tugas-tugas rutin berikut ini :
-          Merespons pertanyaan pelanggan mengenai saldo akun dan status pesanan
-          Memutuskan apakah kredit pelanggan tertentu dapat ditambah atau tidak
-          Menentukan ketersediaan persediaan
-          Memilih metode untuk mengirim barang

2.       Informasi Sekarang dan Masa Lalu
Informasi yang lampau dan yang saat ini diperlukan agar menajemen dapat membuat keputusan strategis berikut ini :
-          Menentukan harga produk dan jasa
-          Menetapkan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi
-          Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkan
-          Menentukan kebutuhan pinjaman jangka pendek
-          Merencanakan kampanye pemasaran yang baru

3.      Penilaian Kinerja
SIA juga harus menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja proses yang penting berikut ini :
-          Waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan
-          Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi dan mengirim pesanan
-          Persentase penjualan yang membutuhkan pemesanan ulang
-          Tingkat dan tren kepuasan pelanggan
-          Analisis pangsa pasar dan tren penjualan
-          Analisis profitabilitas berdasarkan produk, pelanggan, dan area penjualan
-          Volume penjualan dalam dolar dan jumlah pelanggan
-          Keefektifan iklan dan promosi
-          Kinerja staf penjualan
-          Pengeluaran piutang ragu-ragu dan kebijakan kredit

Penggunaan Komputer dalam Order Penjualan

A.    Pengumpulan data
Semua data yang ada terlebih dahulu harus dirubah menjadi machine readable form.  Data order penjualan dimasukkan kedalam komputer dengan sistem batch atau on-line processing oleh seorang petugas PDE. Dalam sistem yang lebih canggih, seorang pelanggan dilayani oleh seorang petugas yang secara langsung mengisi form pemesanan (SO) pada sebuah on-line terminal.
B.     Pemrosesan awal data
Pada proses awal ini semua data yang dipisah kedalam batch dijadikan satu dan disortir menurut urutan tertentu untuk kemudian diuji validasinya. Setelah itu di proses lebih lanjut.
C.     Pemrosesan lanjutan
Jika SO sudah masuk kedalam sistem, sistem kemudian menarik data dari file konsumen untuk melengkapi data yang diperlukan. (tinggal enter kode barang dan kode konsumen). Pada file konsumen akan terlihat apakah konsumen tersebut layak untuk mendapatkan kredit atau tidak, dan pada file inventori juga dapat terlihat apakah barang yang dipesan masih ada atau tidak. Setelah semua lengkap diisi maka komputer akan langsung mencetak faktur beserta tembusannya. Bisa juga secara on-line tembusan tersebut dapat dikirimkan ke bagian yang lain.
D.    Update file yang bersangkutan
File yang di update biasanya adalah file pelanggan, file inventory dan file piutang dagang. Pada file pelanggan, jumlah tagihan ditambahkan pada saldo kreditnya. Pada file Inventory, jumlah persediaan dikurangi dengan jumlah barang yang terjual, sehinggan dapat mencerminkan keadaan yang sesungguhnya. Dan pada file piutang dagang, update ini digunakan untuk menambah saldo piutang yang menjadi hak perusahaan. Update pada file piutang biasa disebut posting.
E.     Tahap Pelaporan
Dengan penggunaan komputer, maka laporan dapat dihasilkan setiap saat sebagai hasil sampingan dari pemrosesan order penjualan.



Selasa, 11 Oktober 2011

Jalan Menuju Realisasi Tuntutan Revolusi

Taujih dari Prof. Muhammad Badi, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin,
Penerjemah:
Abu ANaS MA
__________
Segala puji bagi Allah, salawat dan salam atas Rasulullah saw beserta keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang mengikuti mereka dalam kebenaran sampai hari kiamat.Setelahnya;
Bangsa Arab dan Islam saat ini berada di  musim semi dalam kondisi revolusi , dan tampak sedang melintasi jalan menuju masa depan yang lebih cerah berupa kebebasan dan dengan nama keadilan dan kesetaraan. Sebelum semua ini, dan disaat pertama meraih kebebasa dari berbagai unsur  kekuatan asing, yang sebelumnya berbentuk kolonial yang menduduki negeri negeri, sementara sekarang ini bernama perampas yang menjajah fikiran dan ideologi, dan ikut di belakangnya anak bangsa dari negeri kita sendiri yang berusaha untuk menjadi pelayannya, mengutip gagasan dan harta miliknya, bahkan mereka lebih dominan ketimbang yang dilakukan oleh asing saat menduduki negeri.
Karakteristik pemimpin reformis
Bahwa umat saat ini sangat membutuhkan pemimpin yang terampil,  reformis, mukhlis, setia, dan juga pemimpin kuat yang memenuhi syarat-syarat sebagai pemimpin reformis:
1. Menyadari kebijakan negara, analisis jiwa dan tabiat berbagai kelompok, serta pengetahuan tentang berbagai kebutuhan dan tuntutan era  modern ini.
2. Memahami manifesto sebuah kebangkitan yang mencakup berbagai urusan kehidupan umat.
3. Keikhlasan yang dapat mendukung mereka pada pengorbanan, dan keimanan yang mampu mendorong untuk tsabat (pendirian yang teguh).
Ini adalah orang-orang yang dapat mengeluarkan umat dari kebingungannya, sehingga arah dan petunjuk berada ditangan mereka.
Kebebasan; tanggung jawab dan etika-etikanya
Bangsa Arab dan umat Islam saat ini sedang bergelora menuju kebangkitan yang tampak di setiap lini kehidupannya; mulai revolusi politik hingga reformasi sosial, kebangkitan ekonomi, hingga pada keinginan yang kuat dan mendesak untuk meraih kebebasan, keadilan dan kesetaraan; sehingga dapat meraih cita-cita menuju kemakmuran, kemuliaan dan kemajuan dihadapan umat lainnya ..karena itu kami ingatkan  bahwa kebebasan adalah tanggung jawab secara sendirinya, dan bahwa Islam telah memberi kepada setiap orang kebebasannya secara penuh untuk melakukan apa saja yang diinginkan, namun tetap berada  dalam konteks dua etika:
Pertama: Bahwa apa yang dilakukan pasti ada balasannya
Dibawah cahaya keimanan melakukan hukuman secara adil, dan apa yang dilakukan setiap insan terhadap orang lain pasti kelak akan diperlakukan seperti itu; karena setiap orang harus berhati-hati dalam melakukan permusuhan, karena dirinya yakin
“ูƒَู…َุง ุชَุฏِูŠู†ُ ุชُุฏَุงู†ُ، ูˆَูƒَู…َุง ุชَุฒْุฑَุนُ ุชَุญْุตُุฏُ، ูˆَุจِุงู„ْูƒَุฃْุณِ ุงู„َّุฐِูŠ ุชَุณْู‚ِูŠ ุจِู‡ِ ุชَุดْุฑَุจُ ูˆَุฒِูŠَุงุฏَุฉً؛ ู„ِุฃَู†َّ ุงู„ْุจَุงุฏِูŠَ ู„َุง ุจُุฏَّ ุฃَู†ْ ูŠُุฒَุงุฏَ”، ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‚ِู„َุงุจَุฉَ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚َุงู„َ: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…:”ุงู„ْุจِุฑُّ ู„َุง ูŠَุจْู„َู‰، ูˆَุงู„ْุฅِุซْู…ُ ู„َุง ูŠُู†ْุณَู‰، ูˆَุงู„ุฏَّูŠَّุงู†ُ ู„َุง ูŠَู…ُูˆุชُ؛ ูَูƒُู†ْ ูƒَู…َุง ุดِุฆْุชَ، ูƒَู…َุง ุชَุฏِูŠู†ُ ุชُุฏَุงู†ُ”.
“apa yang kamu lakukan pasti ada balasannya, dan sebagaimana yang anda tanam pasti akan memanennya”, dan dengan gelas kaca yang anda gunakan untuk memberi air lalu meminumnya dan menambahnya; karena kebaikan harus terus ditingkatkan dan ditambah,” Sebagaimana hadits dari  Abu Qalabah berkata: Rasulullah saw bersabda:  ”Kebaikan itu tidak akan habis, dan kejahatan tidak akan terlupakan, dan Zat pemberi balasan tidak akan pernah mati; lakukanlah apa yang anda kehendaki karena apa  yang anda lakukan pasti ada balasannya. 
ูˆู‡ุฐุง ู…ุง ุนุงู„ุฌ ุจู‡ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…َู† ุฌุงุกู‡ ู„ูŠุฃุฐู† ู„ู‡ ุจุงู„ุฒู†ุง، ูَู‚َุงู„َ ู„َู‡ُ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ”ุฃَุชُุญِุจُّู‡ُ ู„ِุฃُู…ِّูƒَ؟” ู‚َุงู„َ: ู„َุง. ู‚َุงู„َ: ”ูˆَูƒَุฐَู„ِูƒَ ุงู„ู†َّุงุณُ؛ ู„َุง ูŠُุญِุจُّูˆู†َู‡ُ ู„ِุฃُู…َّู‡َุงุชِู‡ِู…ْ”. ู‚َุงู„َ: ”ุฃَุชُุญِุจُّู‡ُ ู„ِุงุจْู†َุชِูƒَ؟” ู‚َุงู„َ: ู„َุง. ู‚َุงู„َ: “ูˆَูƒَุฐَู„ِูƒَ ุงู„ู†َّุงุณُ؛ ู„َุง ูŠُุญِุจُّูˆู†َู‡ُ ู„ِุจَู†َุงุชِู‡ِู…ْ”. ู‚َุงู„َ: ”ุฃَุชُุญِุจُّู‡ُ ู„ِุฃُุฎْุชِูƒَ؟” ู‚َุงู„َ: ู„َุง. ู‚َุงู„َ: ”ูˆَูƒَุฐَู„ِูƒَ ุงู„ู†َّุงุณُ؛ ู„َุง ูŠُุญِุจُّูˆู†َู‡ُ ู„ِุฃَุฎَูˆَุงุชِู‡ِู…ْ”، ูَูˆَุถَุนَ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠَุฏَู‡ُ ุนَู„َู‰ ุตَุฏْุฑِู‡ِ ูَู‚َุงู„َ: ”ุงู„ู„ู‡ُู…َّ ูƒَูِّุฑْ ุฐَู†ْุจَู‡ُ، ูˆَุทَู‡ِّุฑْ ู‚َู„ْุจَู‡ْ، ูˆَุญَุตِّู†ْ ูَุฑْุฌَู‡ُ”.
Inilah yang senantiasa diobati oleh Nabi saw kepada seseorang yang datang kepadanya untuk meminta izin melakukan zina, Nabi saw bersabda: “Apakah kamu suka jika ada seseorang berzina dengan ibumu? Maka dia berkata: Tentu tidak. Begitupula orang lain,  mereka tidak suka jika terjadi pada ibu mereka. Kemudian nabi bersabda: Apakah kamu  suka jika hal tersebut terjadi pada anakmu? Dia berkata: tentu tidak. Nabi berkata: begitupula mereka jika hal tersebut terjadi pada anak-anak mereka. Lalu nabi bersabda lagi. Bagaimana jika terjadi pada saudara perempuanmu? Dia berkata: tentu saja tidak. Nabi bersabda: begitupula manusia, mereka tidak suka jika terjadi pada  saudara perempuan mereka. Maka setelah itu Rasulullah saw meletakkan tangannya diatas dadanya dan berdoa: Ya Allah, hapuslah dosa-dosanya, sucikanlah hatinya dan peliharalah kemaluannya”.
Dan betapa indahnya bait syair ini:
ketahuilah dan yakinlah bahwa apa yang Anda miliki pasti akan sirna…
dan ketahuilah pula bahwa apa yang Anda lakukan pasti ada balasannya
2. Etika lainnya – Anda pasti akan mendapat balasan dari apa yang kamu lakukan:
Jika ada sebagian balasan disegerakan di dunia, maka balasan sepenuhnya ada pada hari kiamat nanti, sebagaimana Allah berfirman:
ูˆَุฅِู†َّู…َุง ุชُูˆَูَّูˆْู†َ ุฃُุฌُูˆุฑَูƒُู…ْ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ
“Dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu”. (Ali Imran:185)
ูˆุนَู†ْ ุณَู‡ْู„ِ ุจْู†ِ ุณَุนْุฏٍ ู‚َุงู„َ: ุฌَุงุกَ ุฌِุจْุฑِูŠู„ُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูَู‚َุงู„َ: ”ูŠَุง ู…ُุญَู…َّุฏُ، ุนِุดْ ู…َุง ุดِุฆْุชَ ูَุฅِู†َّูƒَ ู…َูŠِّุชٌ، ูˆَุงุนْู…َู„ْ ู…َุง ุดِุฆْุชَ ูَุฅِู†َّูƒَ ู…َุฌْุฒِูŠٌّ ุจِู‡ِ، ูˆَุฃَุญْุจِุจْ ู…َู†ْ ุดِุฆْุชَ ูَุฅِู†َّูƒَ ู…ُูَุงุฑِู‚ُู‡ُ. ูˆَุงุนْู„َู…ْ ุฃَู†َّ ุดَุฑَูَ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِ ู‚ِูŠَุงู…ُู‡ ุงู„ู„َّูŠْู„ِ، ูˆَุนِุฒِّู‡ُ ุงุณْุชِุบْู†َุงุคُู‡ُ ุนَู†ِ ุงู„ู†َّุงุณِ”.
Dari Sahl bin Sa’ad berkata: Jibril datang kepada nabi saw lalu berkata: Wahai Muhammad, hiduplah sesuai kehendakmu karena pada hakikatnya engkau pasti akan mati, kerjakan apa yang engkau suka, karena engkau pasti akan mendapatkan balasannya. Cintailah orang yang engkau inginkan, niscaya ia akan menjadi orang terdekatmu, ketahuilah bahwa kemuliaan orang beriman ada pada qiyamullail dan ketinggian derajatnya ada pada istighfar dari manusia”.
Bahwa, kebebasan yang sempurna adalah kesempurnaan dalam ibadah kepada Allah; inilah kebebasan yang dapat membersihkan seorang muslim dan memerdekakannya, bahkan pada syahwatnya yang dimubahkan saat akan dilampiaskan pada kemaksiatan, sebagaimana halnya puasa, saat telah menjadi hamba yang ikhlas karena Allah maka ia tidak akan menjadi penghamba kepada selainnya.
Bagaimana cara menghubungkan revolusi kepada kebaikan yang memberikan rasa tentram?
Bahwa realisasi tuntutan revolusi, dan menyambungkan bangsa kepada kebaikan dan akses terhadap keselamatan dapat tercapai hanya pada dua hal sebagaimana rasa tentram tidak akan terwujud kecuali dengan dua perkara dan tidak lebih dari itu:
Yang pertama – Umat  sepakat pada platform bangsa untuk kemajuan, dan pilar-pilar kehidupan masa depannya, dan kami yakin bahwa dalam sistem Islam dan hukum-hukumnya serta konstitusinya yang bijaksana adalah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi sebagai pemberi penjelasan untuk Al-Qur’an, serta perilaku para sahabat – untuk mencapai tujuanny secara penuh.
Yang kedua- Menggabungkan seluruh potensi anak bangsa baik laki maupun wanita, yang muslim dan nasrani, untuk membangun kembali lembaga-lembaga yang pundamental, melalui pemilihan umum majelis parlemen dan pemilihan dewan yang menempatkan konstitusi permanen, memilih kepala negara, dan disamping  itu juga membangun dewan lokal dan menyempurnakan pembangunan industri.
Kontrol untuk mengatasi pekerjaan umum
Semua ini berdasarkan pemilu yang bebas dan adil, dengan mempertimbangkan siapakah yang maju untuk lembaga-lembaga tersebut, bahwa dirinya adalah amanah rakyat untuk kepentingan rakyat, bahwa dirinya akan mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan dirinya sendiri, dan bahwa dirinya siap mengorbankan waktu, tenaga dan uang, maksudnya adalah bahwa dirinya adalah gadaian bukan pencari keuntungan besar; hal tersebut dalam rangka membangun negeri, kebangkitan moral, dan menuju pencapaian kebebasan, kesetaraan dan keadilan bagi semua orang dari anak bangsa, begitu pula bekerja untuk meningkatkan produktifitas, meningkatkan perekonomian dalam rangka membebaskan bangsa dari ketergantungan pada orang lain; karena landasan utama untuk meraih nikmtanya kebebasan dan pembebasan diri dari asing pada sisi perekonomian, dan mencapai swasembada dalam semua elemen kehidupan kita , sehingga tidak membutuhkan semua bantuan yang mengikat tangan-tangan kita, dan membatasi keputusan kita dan hal-hal yang terkait dengan memberikan prioritas yang bukan untuk kepentingan pribadi tetapi untuk  kepentingan musuh-musuh Islam daripada kepentingan rakyat dan bangsa, seperti pada masa lalu yang selalu memberikan kepentingan penguasa, oportunis dan Zionis serta para pendukung mereka daripada kepentingan bangsa.
Spirit pembebasan dan moralitasnya
Di lapangan El-Tahrir berkumpul seluruh anak bangsa dari laki-laki maupun wanita, dengan berbagai orientasi yang berbeda, usia, agama dan jenis kelamin, untuk mencapai satu tujuan, yaitu menjatuhkan rezim; karena itu, ketika Allah melihat kesatuan bangsa dan kesatuan tujuannya, maka Allah turut menjatuhkan rezim dan kekuatannya.
Sekarang ini musuh-musuh kita juga bersatu pada satu tujuan, yaitu hilangnya revolusi yang sedang dalam masa pertumbuhan, mengosongkan potensinya, dengan cara memisahkan dan mencerai beraikan umat dan menyebarkan kedustaaan yang mereka buat-buat, dan memicu perang diantara anak-anak bangsa, termasuk isu-isu yang tidak berdasar yang mereka sebarkan.
Musuh-musuh revolusi senantiasa merencanakan makar siang dan malam untuk memecah bangsa menjadi sekte-sekte; lalu terjadilah saling benci, saling perang dan bertindak kasar, saling melempar tuduhan, memperdaya satu sama lain, dan menyebarkan isu dengan platform konvesional yang dipenuhi hawa nafsu, dan dibentuk pada tujuan dan misi serta sasaran yang sesuai dengan kepentingan pribadi, dan musuh selalu mengambil keuntungan dari itu untuk keuntungan dirinya, dan menyiapkan bahan bakar sehingga mudah menyulut api; memecah mereka dari kebenaran dan menyatukan pada kebatilan, melarang mereka berkomunikasi dengan satu sama lain dan bekerjasama dengan satu sama lainnya, dan  menghalalkan hubungan ini dengannya, lalu menoleh di sekelilingnya; mereka tidak memiliki tujuan apapun kecuali kepentingannya sendiri, dan mereka tidak bersatu dan berkumpul kecuali dengan para pembantunya; itulah bencana yang besar, niscaya tidak ada kebaikan di dalamnya bagi para pendukungnya dan umat manusia, dan hanya akan membuat insan media audia, visual dan cetak senang.
Berimanlah kepada Allah niscaya Allah akan melindungi kalian dari makar musuh
Ketika kita ingin menempatkan diri di tengah umat dengan memberikan jalan dan cara melakukan reformasi, dan memperingatkan mereka dari tipu daya dan makar  musuh, maka landasan utama kita adalah beriman kepada Allah seperti yang terada dalamdalam Kitab-Nya yang mulia bahwa:
- Perbuatan makar atau  jahat tidak akan mampu terwujud kecuali akan kembali kepada pelakunya, dan ini merupakan salah satu dari sunnah Allah yang tidak akan diingkari, Allah berfirman:
ูˆَู„ุง ูŠَุญِูŠู‚ُ ุงู„ْู…َูƒْุฑُ ุงู„ุณَّูŠِّุฆُ ุฅِู„ุง ุจِุฃَู‡ْู„ِู‡ِ ูَู‡َู„ْ ูŠَู†ْุธُุฑُูˆู†َ ุฅِู„ุง ุณُู†َّุฉَ ุงู„ุฃูˆَّู„ِูŠู†َ ูَู„َู†ْ ุชَุฌِุฏَ ู„ِุณُู†َّุฉِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุชَุจْุฏِูŠู„ุง ูˆَู„َู†ْ ุชَุฌِุฏَ ู„ِุณُู†َّุฉِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุชَุญْูˆِูŠู„ุง
“Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu”. Fathir:6)
 Makar mereka adalah untuk mereka sendiri. Allah SWT berfirman:
ูˆَูƒَุฐَู„ِูƒَ ุฌَุนَู„ْู†َุง ูِูŠ ูƒُู„ِّ ู‚َุฑْูŠَุฉٍ ุฃَูƒَุงุจِุฑَ ู…ُุฌْุฑِู…ِูŠู‡َุง ู„ِูŠَู…ْูƒُุฑُูˆุง ูِูŠู‡َุง ูˆَู…َุง ูŠَู…ْูƒُุฑُูˆู†َ ุฅِู„ุง ุจِุฃَู†ْูُุณِู‡ِู…ْ ูˆَู…َุง ูŠَุดْุนُุฑُูˆู†َ
“Dan Demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya”. (Al-An’am:123)
- Azab Allah pasti akan menimpa mereka, dan maker mereka pasti akan hancur . Allah berfirman:
ู…َู† ูˆَุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَู…ْูƒُุฑُูˆู†َ ุงู„ุณَّูŠِّุฆَุงุชِ ู„َู‡ُู…ْ ุนَุฐَุงุจٌ ุดَุฏِูŠุฏٌ ูˆَู…َูƒْุฑُ ุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ู‡ُูˆَ ูŠَุจُูˆุฑُ
“Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. dan rencana jahat mereka akan hancur”. (Fathir:10)
- Tawakkal kepada Allah adalah sumber kekuatan kita dan titik tolak kebangkitan kita. Allah berfirman:
ูˆَู…َู†ْ ูŠَุชَูˆَูƒَّู„ْ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูَู‡ُูˆَ ุญَุณْุจُู‡ُ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุจَุงู„ِุบُ ุฃَู…ْุฑِู‡ِ ู‚َุฏْ ุฌَุนَู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ู„ِูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ู‚َุฏْุฑًุง
“Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (At-Thalaq:3)
Karena itu, wajib atas kita  melindungi revolusi yang telah kita lakukan, dan berusaha bersatu dan saling berkoalisi untuk kepentingan yang lebih tinggi demi bangsa, dan tidak memberi musuh kesempatan baik internal ataupun eksternal untuk merusak prestasi revolusi kita dan mengembalikan posisi yang menjadi hak kita ditengah bangsa-bangsa di dunia ini, dan hendaknya satu sama lain bersabar, jauh dari khianat, dan tidak melakukan intimidasi, berkumpul dalam hal-hal yang telah disepakati, dan bertoleransi pada hal-hal yang kita tidak sepakat di dalamnya.
Shalawat dan salam atas Rasulullah saw beserta keluarga dan para sahabatnya.
Allah Akbar dan segala puji hanya milik Allah.

Perilaku Dalam Organisasi


2.1 Konsep Perilaku Organisasi
•      ORGANISASI : sistem kerjasama sekelompok orang yg mempunyai aturan & keterikatan tertentu untuk mencapai tujuan yg telah ditentukan.
•      PERILAKU  : sikap & tindakan (behavior; way of thinking or behaving)
2.2 Definisi Perilaku Organisasi
•         Adalah suatu studi yang menyangkut asfek-asfek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi, atau kelompok tertentu.
•         Studi tersebut mencakup pembahasan tentang aspek yang ditimbulkan dari pengaruh organisasi terhadap manusia yang bekerja di dalamnya; juga aspek yang ditimbulkan dari pengaruh manusia terhadap organisasi dimana mereka berada.
•         Tujuannya memperlancar upaya pencapaian tujuan organisasi.
•         ILMU PERILAKU ORGANISASI : ilmu tentang perilaku tiap individu & kelp, serta pengaruh individu & kelompok terhadap organisasi, maupun perilaku interaksi antara individu dgn individu, individu dgn kelompok, serta kelompok dgn kelompok dlm organisasi demi kemanfaatan suatu organisasi.
2.3 Tujuan yang searah
Manajemen senior menginginkan agar organisasi mencapai tujuan organisasi. Tetapi anggota individual organisasi mempunyai tujuan pribadi masing-masing yang tidak selalu konsisten dengan tujuan organisasi. Dengan demikian, tujuan utama dari sistem pengendalian manajemen adalah memastikan tingkat keselarasan tujuan yang tinggi. Sistem pengendalian yang memadai setidaknya tidak akan mendorong individu untuk bertindak melawan kepentingan organisasi. Misalnya, bila sistem menekankan pada pengurangan biaya dan manajer merespons dengan cara mengurangi biaya dalam unit nya sendiri dengan cara mengalokasikan jumlah yang lebih besar ke unit lain, maka manajer telah termotivasi, tetapi kearah yang keliru.
Dalam mengevaluasi praktik pengendalian manajemen, ada dua pertanyaan penting yang diajukan :
1.            Tindakan apa yang memotivasi orang untuk bertindak demi kepentingan diri mereka sendiri ?
2.            Apakah tindakan-tindakan ini sesuai dengan kepentingan organisasi tersebut?

Faktor-faktor informal yang mempengaruhi keselarasan tujuan
Baik sistem formal maupun proses informal mempengaruhi perilaku manusia dalam organisasi perusahaan, konsekuensinya, kedua hal tersebut akan berpengaruh pada tingkat pencapaian keselarasan tujuan sebagaimana disebutkan di atas. Namun hal yang juga untuk diperhatikan oleh para perancang sistem sistem pengendalian formal adalah aspek-aspek yang berkaitan dengan proses informal, seperti etos kerja, gaya manajemen, dan budaya yang melingkupi, karena untuk menjalankan strategi organisasi secara efektif mekanisme formal harus berjalan seiring dengan mekanisme informal, Oleh karena itu, sebelum sistem formal didiskusikan, akan diuraikan faktor-faktor informal, baik yang bersifat internal maupun eksternal, yang memainkan peranan kunci dalam rangka meraih keselasan dengan tujuan perusahaan.

Faktor-faktor eksternal
Faktor-faktor eksternal adalah norma-norma mengenai perilaku yang diharapkan di dalam masyarakat, di mana organisasi menjadi bagiannya. Norma-norma ini mencakup sikap, yang secara kolektif sering juga disebut etos kerja, yang diwujudkan melalui loyalitas pegawai terhadap organisasi, keuletan, semangat, dan kebanggan yang dimiliki oleh pegawai dalam menjalankan tugas secara tepat waktu. Beberapa sikap di atas bersifat lokal-yaitu spesifik untuk kota atau wilayah di mana organisasi beroperasi. Contoh-Silicon Valley-suatu wilayah yang membentang sepanjang 30 mil dan selebar 10 ml di California utara-adalah salah-satu pusat utama penciptaan bisnis baru dan kesejahteraan dalam ekonomi Amerika Serikat. Daerah ini menarik perhatian orang-orang yang mempunyai kesamaan dalam karakteristik mereka, yaitu semangat kewiraswastaan keingingan untuk bekerja keras, ambisi yang tinggi dan kesukaan untuk bekerja dalam wilayah kerja yang informal. Dalam 50 tahun terakhir, Silicon Valley telah menciptakan perusahaan-perusahaan seperti Hewlett-Packard, Microsoft, Apple Computer, Sun Microsystems, Oracle, Cisco Systems dan intel. Bahkan setelah siklus sukses dan bangkrut, perusahaan lini lama dan perusahaandotcom yang bertahan, tetap meningkatkan reputasi Silicon Valley sebagai pusat inovasi teknologi.

Faktor-faktor internal

1.      Budaya
Faktor yang terpenting adalah budaya di dalam organisasi itu sendiri, yang meliputi keyakinan bersama, nilai-nilai hidup yang dianut, norma-norma perilaku serta asumsi-asumsi yang secara implicit diterima dan secara eksplisit dimanifestasikan di seluruh jajaran organisasi. Norma-norma budaya sangatlah penting karena hal tersebut bisa menjelaskan mengapa dua perusahaan dengan sistem pengendalian manajemen formal yang sama, bervariasi dalam hal pengendalian actual. Contoh. Johnson & Johnson (J&J) memiliki budaya perusahaan yang kuat, sebagaimana ditunjukkan oleh kredo perusahaan. Seseorang tidak dapat sepenuhnya memahami dampak dari sistem pengendalian formal yang dipakai oleh J&J tanpa melihat kredo perilaku yang diterapkan perusahaan pada para pegawainya. Hal ini dengan nyata ditunjukkan pada saat terjadinya krisis kapsul Tylenol tahun 1982.

Pada saat itu, tujuh orang tewas karena memakan kapsul Tylenol. J&J menarik seluruh kapsul Tylenol dari pasar AS, meskipun kapsul-kapsul yang beracun itu terjual di Chicago, diutak-atik di luar lokasi J&J, dan individu yang bertanggung jawab atas keracunan itu bukan pegawai J&J. Perusahaan tersebut juga melancarkan kampanye untuk memberikan informasi kepada ahli-ahli kesehatan dan masyarakat luas mengenai langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa yang akan datang. Secara keseluruhan, J&J membelanjakan $100 juta untuk menanggapi krisis Tylenol. Pegawai-pegawai J&J berpendapat bahwa tindakan mereka selama terjadinya krisis berpijak pada keyakinan mereka terhadap kredo perusahaan, yang menekankan tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat, meskipun hal tersebut akan berdampak negatif terhadap tingkat keuntungan perusahaan dalam jangka pendek.





2.      Gaya Manajemen
Faktor internal yang barangkali memilki dampak yang paling kuat terhadap pengendalian manajemen adalah gaya manajemen. Biasanya, sikap-sikap bawahan mencerminkan apa yang mereka anggap sebagai sikap atasan mereka, dan sikap para atasan itu pada akhirnya berpijak pada apa yang menjadi sikap CEO. Para manajer memiliki kualitas dan gaya yang beragam. Beberapa diantaranya memilki kharisma dan ramah; sementara yang lain ada yang bergaya agak santai. Ada manajer yang banyak melewatkan waktunya dengan melihat-lihat dan berbicara pada banyak orang manajemen dengan cara berkeliling (management by walking around); sementara ada juga manajer yang menyibukkan dirinya dengan menulis laporan.

Contoh, Ketika Reginald Jones diangkat sebagai CEO General Electric pada awal dasawarsa 1970-an, perusahaan itu merupakan perusahaan besar, multi-industri yang kinerjanya sangat baik di pasaran. Tetapi perusahaan tersebut memilki masalah tersendiri; skandal penetapan harga sehingga sejumlah eksekutif masuk penjara, diiringi dengan kekalahan perusahaan tersebut yang menyebabkan perusahaan mundur dari bisnis komputer. Gaya manajemen Jones sangatlah cocok untuk menerapkan disiplin ke perusahaan tersebut. Jones adalah orang yang formal, bermartabat, berbudi halus, cemerlang, serta memilki tekad dan kemampuan yang kuat untuk mendelegasikan wewenang. Dia melembagakan perencanaan strategi formal dan membangun salah-satu unit perencanaan strategis pertama kali dalam sebuah perusahaan besar.

Ketika Jones mengundurkan diri pada tahun 1980, dewan General Electric sengaja memilih Jack Welch, seseorang yang memiliki gaya manajemen yang sangat berbeda, untuk menggantikannya. Welch adalah orang yang lantang, tidak sabaran, bersifat informal dan memiliki jiwa wiraswasta. Kualifikasi seperti ini sangat cocok dalam era pertumbuhan pada dasawarsa 1980-an dan 1990-an. Tindakan-tindakan yang diambil oleh Welch antara tahun 1981 dan 1999-seperti akuisisi besar-besaran, peralihan dari usaha manufaktur ke bidang jasa, globalisasi secara cepat ke Eropa dan Asia, penerapan konsep-konsep seperti pelatihan  dan kualitas Six sigma, integrasi internet ke dalam seluruh bisnis GE-semuanya menempatkan General Electric dalam jalur pertumbuhan yang sangat solid.

Selama periode itu, tingkat penjualan GE meningkat empat kali lipat, dari $27 miliar pada tahun 1981 menjadi $1,6 miliar pada tahun 1998, atau keuntungannya meningkat enam kali lipat, dari $1,6 miliar pada tahun 1981 hingga $9,2 miliar pada tahun 1998. Sementara, harga saham GE meningkat 3.100 % dari $4,20 pada bulan Maret 1981 menjadi $133,75 pada November 1999-peringkat S&P 500 meningkat tiga kali selama periode yang sama.

Pada tahun 2001, ketika Jack Welch pension setelah 20 tahun mengabdi, Jeff Immelt dipilih sebagai presiden dan CEO. Immelt dilihat sebagai pemimpin yang terpercaya, ramah, dan disukai dengan latar belakang pengalaman di beberapa bisnis GE. Sementara Welch ditakuti dalam lingkungan GE, immelt malah dipuja-puja. Immelt berencana untuk menfokuskan GE pada penggunaan teknologi berorientasi pada konsumen, bauran bisnis, dan keanekaragaman manajemen untuk meningkatkan kinerja perusahaan yang paling berharga di dunia.

3.      Organisasi Informal
Kenyataan-kenyataan yang ditemui selama berlangsungnya proses pengendalian manajemen tidak bisa dipahami tanpa mengetahui arti penting dari hubungan-hubungan yang menyusun di organisasi yang bersifat informal.

4.      Persepsi dan Komunikasi
Pesan-pesan yang diserap dari berbagai sumber ini bisa jadi bertentangan satu sama lain, atau bahkan memiliki interpretasi yang sangat beragam. Maka komunikasi perlu dibangun menyamakan persepsi.

2.4 Sistem Pengendalian Formal
Pengaruh besar lainnya adalah sistem yang bersifat formal. Sistem ini bisa diklasifikasikan ke dalam dua jenis: (1) sistem pengendalian manajemen (2) aturan-aturan.

Aturan-aturan
Kita menggunakan istilah : aturan-aturan sebagai seperangkat tulisan yang memuat semua jenis instuksi dan pengendalian, termasuk di dalamnya adalah instruksi-instruksi jabatan, pembagian kerja, prosedur standar operasi, panduan-panduan, dan tuntunan-tuntunan etis. Aturan-aturan itu beragam sifatnya mulai dari yang sangat remeh (misalnya, klip kertas hanya akan diberikan jika diminta melalui daftar permintaan yang ditandatangani secara resmi) hingga aturan yang sangat penting (contohnya pengeluaran modal lebih dari $ 5 juta harus mendapat persetujuan dewan direksi). Tidak seperti arahan-arahan yang bersifat implicit dalam jumlah anggaran, yang bisa berubah dari bulan ke bulan, hampir semua aturan biasanya bersifat jangka panjang; yaitu aturan-aturan tersebut akan selalu ada sampai aturan-aturan itu dimodifikasi, yang jarang terjadi.
Beberapa jenis aturan bisa dilihat di bawah ini :

1.      Pengendalian fisik. Penjaga keamanan, gudang-gudang yang terkunci, ruangan besi, passwords komputer, televise pengawas, dan pengendalian fisik lainnya merupakan bagian dari struktur pengendalian.
2.      Manual. Ada banyak pertimbangan untuk memutuskan aturan-aturan mana yang harus dituliskan ke dalam panduan, mana yang mesti diklasifikasikan sebagai pedoman, seberapa banyak toleransi yang diperbolehkan dan beberapa pertimbangan lainnya. Manual dalam organisasi birokratis jauh lebih rinci dibandingkan dengan aturan organisasi lain. Organisasi besar memilki panduan dan aturan yang lebih banyak dibandingkan dengan organisasi-organisasi lain yang lebih kecil. Organisasi yang tersentralisasi memiliki banyak aturan dibandingkan dengan organisasi yang terdesentralisasi. Dan yang terakhir, organisasi memiliki unit-unit yang tersebar secara geografis (seperti jaringan restoran cepat saji) mempunyai lebih banyak aturan dibandingkan dengan organisasi yang terpusat secara geografis.
3.      Pengamanan sistem. Berbagai pengamanan sistem di rancang ke dalam sistem pemrosesan informasi untuk menjamin agar informasi yang mengalir melalui sistem itu akan bersifat akurat dan untuk mencegah kecurangan. Hal ini meliputi: pemeriksaan silang secara terinci; pembubuhan tanda tangan dan bukti-bukti lain bahwa sebuah transaksi telah dijalankan; melakukan pemilihan; menghitung uang yang ada dan aktiva-aktiva yang mudah di bawa sesering mungkin; serta sejumlah prosedur lain. Hal tersebut juga mencakup pengecekan sistem yang dilakukan oleh auditor internal dan eksternal.
4.      Proses Kendali Secara Formal
Suatu perencaan strategis akan melaksanakan tujuan dan strategi organisasi. Seluruh informasi yang tersedia dipergunakan untuk membuat perencanaan ini. Perencanaan strategis tersebut kemudian di konversi menjadi anggaran tahunan yang fokus pada pendapatan dan belanja yang direncanakan untuk masing-masing pusat tanggung jawab. Pusat tanggung jawab ini juga dituntun oleh aturan-aturan dan infornasi formal lain. Pusat tanggung jawab menjalankan operasi-operasi yang ditugaskan, dan hasilnya kemudian di nilai dan dilaporkan. Hasil-hasil aktual kemudian dibandingkan dengan anggaran untuk menentukan apakah kinerjanya memuaskan atau tidak.

Jenis-Jenis Organisasi
Strategi suatu perusahaan memiliki pengaruh yang besar terhadap strukturnya. Pada gilirannya, jenis struktur akan mempengaruhi rancangan sistem pengendalian manajemen organisasi. Meskipun kualitas dan ukuran organisasi itu sangat beragam, setidaknya organisasi bisa dikelompokkan ke dalam tiga kategori umum :

1.            Stuktur fungsional, di dalamnya setiap manajer bertanggung jawab atas fungi-fungsi yang terspesialisasi seperti produksi atau pemasaran.
2.             Struktur unit bisnis, di dalamnya para unit manager bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas dari masing-masing unit, dan unit bisnis berfungsi sebagai bagian independen dari perusahaan.
3.            Struktur matriks, di dalamnya unit-unit fungsional memiliki tanggung jawab ganda.

2.5 Organisasi-organisasi fungsional
Alasan dibalik bentuk organisasi fungsional melibatkan gagasan mengenai seorang manajer yang membawa pengetahuan khusus untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan fungsi spesifik, yang berlawanan dengan manajer umum yang kurang memilki pengetahuan khusus. Seorang manajer pemasaran dan seorang manajer produksi yang terampil kemungkinan besar akan mampu mengambil keputusan yang lebih baik di bandingkan dengan seorang manajer yang bertanggung jawab atas kedua bidang itu sekaligus. Lebih lanjut lagi, seorang spesialis yang terampil harus mampu melakukan supervisi atas para buruh yang bekerja dalam bidang yang sama secara lebih baik dibandingkan dengan seorang manajer generalis. Oleh karena itu, keuntungan terpenting dari struktur fungsional adalah efisiensi.

Ada sejumlah kelemahan pada struktur fungsional. Pertama, dalam sebuah organisasi fungsional terdapat ketidakjelasan dalam menentukan efektivitas manajer fungsional secara terpisah (seperti manajer produksi dan manajer pemasaran) karena tiap fungsi tersebut sama-sama memberikan kontribusi pada hasil akhir. Oleh karena itu, tidak ada cara untuk menentukan bagian dari laba yang dihasilkan masing-masing fungsi. Kedua, jika organisasi, terdiri dari beberapa manajer yang bekerja dalam satu fungsi yang melapor ke beberapa manajer pada tingkat yang lebih tinggi dari fungsi tersebut, maka perselisihan antar para manajer dari fungsi-fungsi berbeda hanya dapat diselesaikan di tingkat atas, meskipun perselisihan itu berasal dari tingkatan organisasi yang lebih rendah. Sebagai contoh, departemen pemasaran mungkin ingin memenuhi kebutuhan konsumen untuk sejumlah tertentu dari suatu produk bahkan jika hal tersebut berarti kerja lembur untuk departemen produksi-dimana departemen produksi mungkin tidak rela menanggung biayanya.  Ketiga, struktur fungsional tidak memadai untuk diterapkan pada sebuah perusahaan dengan produk dan pasar yang beragam. Contoh. Pada tahun 2002, Deera & Co. diorganisasikan ke dalam empat unit bisnis: perlengkapan pertanian; perlengkapan konstruksi; perlengkapan konsumen; dan kredit. Karena beragamnya produk dan segmen konsumen yang dilayaninya, maka Deera & Co. tidak bisa menerapkan struktur fungsional.

2.6 Unit-unit Bisnis
Bentuk organisasi unit bisnis dari organisasi dirancang untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terdapat pada struktur fungsional. Suatu unit bisnis, yang juga disebut sebagai divisi, bertanggung jawab atas seluruh fungsi yang ada dalam produksi dan pemasaran sebuah produk. Unit bisnis tersebut bertanggung jawab untuk melakukan perencanaan dan koordinasi kerja dari berbagai fungsi yang terpisah รข€“ sebagai contoh, memastikan agar rencana departemen pemasaran bisa disesuaikan dengan kemampuan produksi-dan untuk menyelesaikan perselisihan yang mungkin timbul diantara fungsi-fungsi ini. Kinerja unit bisnis tersebut kemudian diukur dengan profitabilitas dari unit bisnis itu. Contoh. Unit-unit bisnis Nabisco menggunakan sistem distribusi yang berbeda untuk produk yang berbeda-beda pula. Sebagai contoh, unit biskuitnya menggunakan truk-truk dan bagian penjualannya sendiri, untuk secara langsung mengirimkan barang kepada pihak pengecer-sebuah pendekatan yang memakan banyak biaya, namun hal ini diyakini oleh pihak manajemen sebagai pendekatan yang dibenarkan dalam kaitannya dengan meningkatnya hubungan dengan konsumen dan pengendalian yang lebih melekat terhadap persediaan dan penjualan toko-toko tersebut.

Keuntungan dari bentuk perusahaan unit bisnis ini adalah bahwa struktur ini bisa berfungsi sebagai tempat pelatihan bagi manajemen secara umum. Seorang manajer unit bisnis dituntut untuk bisa menunjukkan kewirausahaan yang sama seperti yang dipunyai oleh CEO dari perusahaan independen. Keuntungan lain dari tipe struktur ini adalah bahwa karena unit bisnis lebih dekat dengan pasar dari produk-produknya dibandingkan dengan kantor pusat, maka para manajer unit bisnis dapat membuat keputusan-keputusan produksi dan pemasaran yang lebih baik dibandingkan dengan cara yang diputuskan oleh kantor pusat.  Kerugian dari unit bisnis ini adalah adanya kemungkinan bahwa masing-masing staf unit bisnis ini menduplikasi sejumlah pekerjaan yang dalam organisasi fungsional dikerjakan di kantor pusat.

Contoh. Dalam kelompok perusahaan pesawat terbang Boeing, rancangan dan pembuatan pesawat dibagi ke dalam lingkup produk pesawat berbadan kecil (737 dan 752) dan pesawat, berbadan lebar (747,767 dan 777). Akan tetapi, pembuatan komponen structural utama membutuhkan peranti-peranti mesin yang dikendalikan oleh komputer dalam jumlah yang sangat besar dan kecil. Hal tersebut dinilai terlalu mahal untuk diduplikasi pada setiap produknya. Malahan, sebuah unit pabrikasi sentral dibuat dan seluruh aktivitas pembuatan pesawat yang membutuhkan skala yang luas dan keterampilan yang tinggi ditempatkan di dalam unit pabrikasi sentral tersebut serta ditanggung oleh lintas satuan produk. Struktur ini merupakan campuran anara produk dan fungsi.

2.7 Fungsi controller
Orang yang bertanggung jawab dalam merancang dan mengoperasikan sistem pengendalian manajemen disebut sebagai seorang kontroler. Sebenarnya, di banyak organisasi, jabatan orang ini adalah Chief Financial Officer (CFO). Kontroler biasanya menjalankan fungsi-fungsi sebagai berikut :

1.            Merancang dan mengoperasikan informasi serta sistem pengendalian
2.            Menyiapkan pernyataan keuangan dan laporan keuangan kepada para pemegang saham dan pihak-pihak eksternal lainnya.
3.            Menyiapkan dan menganalisis laporan kinerja, menginterpretasikan laporan-laporan ini untuk para manajer, menganalisis program dan proposal-proposal anggaran dari berbagai segmen perusahaan serta mengkonsolidasikannya ke dalam anggaran tahunan secara keseluruhan.
4.            Melakukan supervisi audit internal dan mencatat prosedur-prosedur pengendalian untuk menjamin validitas informasi, menetapkan pengamanan yang memadai terhadap pencurian dan kecurangan serta menjalankan audit operasional.
5.            Mengembangkan personel dalam organisasi pengendali dan berpartisipasi dalam pendidikan personal manajemen dalam kaitannya dengan fungsi pengendali.

Fungsi pengendalian adalah fungsi staf. Meskipun seorang kontroler biasanya bertanggung jawab untuk merancang maupun mengoperasikan sistem yang mengumpulkan dan melaporkan informasi, pemanfaatan informasi ini adalah tanggung jawab jajaran manajemen. Seorang pengendali barangkali bertanggungjawab untuk mengembangkan dan menganalisis tolak ukur yang digunakan untuk melakukan pengendalian serta merekomendasikan tindakan-tindakan yang diperlukan ke pihak manajemen. Kemungkinan-kemungkinan lainnya mencakup memonitor ketaatan pada batas-batas pengeluaran yang sudah ditetapkan oleh kepala eksekutif, mengendalikan integritas sistem pencatatan serta menjaga aktiva perusahaan dari pencurian dan penipuan.